Tuesday, January 16, 2018

Cerita Sex Ngentot Bersama Selingkuhan

Cerita XxX - Cerita Sex Ngentot Bersama Selingkuhan ini Adalah Cerita Dewasayang terjadi dengan istri majikanku yang mempunyai suami yang seneng mabuk mabukan dan juga suka selingkuh dengan cewek lain jadi istrinya dia saya selingkuhin aja Kebetulan hahaha……



Cerita Sex -  dengan istri bos ku ini bermula Saat malam Yuni terlihat sedang menonton Film diruang tamu Hanya dengan mengenakan baju tidur tipis yang trasparan sehingga istri majikanku itu terlihat sangat angun dan merangsang membuat nya semakin sexy belahan payudaranya sangat jelas terlihat kerana sinar lampu malam itu sangat indah apalagi dibalik bajunya terlihat g-string berwarna merah yang pasti membuat nafsu para Pria yang melihatnya pasti mengelora dengan liarnya melihat Pemandangan seperti ini ok balik ke Cerita Sex ini si Yuni terlihat sedang menunggu suaminya yang jam 1 malam belum juga Pulang dari kantor yang memang mengasi kabar sebelumnya jika memang suaminya akan pulang terlambat karena ada acara mendadak menjamu rekan bisnisnya.

waktu terus berjalan buk Yuni semakin merasa kedinginan menunggu suaminya yang tak kunjung pulang tanpa memberika kabar kerana ponsel yang dibawannya tidak dapat dihubunggi mungki kerana lowbat atau sengaja dimatiin kerana sedang asik selingkuh dengan cewek lain mungkin buk!xixixixi….

dan akhirnya ibu muda yang baru menikah setahun yang lalu ini kesepian tanpa ada yang menemani sehingga dia mengantuk dan akhirnya Tertidur. Si tante cantik ini ketiduran disofa ruang tamunya sampai tanpa sadar kerana lelap bobo si ibu muda ini tidak menyadari pakaian tidur yang dikenakannya sedikit terlepas sehingga membuat kedua payudaranya yang masih kenceng terlihat dengan jelas dan G-stringnya pun tampak sedikit keliatan jelas ngiler mood :On

sedangkan itu diluar ruang tamu saya datang dengan sebuah mobil dan membuka pintu sambil membakul seorang lelaki dewasa yang merupakan suami dari tante Yuni ini.

Inilah majikan saya yang malam itu sudah tidak sadarkan diri kerana dalam keaadaan mabuk berat dan saya langsung menyeret majikan saya ini kekamarnya dan sebelum sampai kamar saya melihat pemandangan istri bos tersebut yang sangat membuat konsentrasi saya menjadi buyar sehingga bayangannnya mengarah kepada sex dengan istri majikannya yang lagi terlelap tidur tersebut buru2 saya masuk ke kamar bos saya untuk menaruh bos saya yang lagi tidak tau apa2 itu dan segera juga saya mengunci pintu kamarnya dan segera meluncur ke kamar tamu untuk mengintip pemandangan yang sangat Indah dan luar biasa menakjubkan terlihat surga kenikmatan begitu nyata di depan mata saya saat itu sambil menelan air liur yang begitu nikmat rasannya tanpa sengaja tanganku pun mulai bergeliara tak peduli lagi resiko dipecat kerana perbuatan ini kerana saya juga sedang mabuk saat itu jadi semuannya tidak bisa dikontrol sama sekali tanpa lama lama saya buru melepaskan seluruh pakaian yang saya pakai

dan langsung to the point menyasar dan meremas2 Payudara gede tante Yuni dengan penuh kenikmatan dan nafsu saya menjilatinya dengan mulut sambil tangan saya yang satunya mulai menyentuh memek tante cantik itu dan akhrinya jari jari saya masuk ke lubang memek tante Yuni sehingga membuat si ibu ini mendesah ga tau kereana keenakan atau lagi mimpi Sex ni tante ga peduli aku langsung aja saya cium bibirnya yang sexy setelah tersadar kerana memek nya basah dia melihat sosok lelaki muda sedang menindihnya dan memasukan jari tangannya ke memek, dia tidak bisa berteriak kerana mulutnya masih menyatu dengan mulutku dan ternyata dia tidak melawan dan rela saya cumbui mungkin kerana keceawa kerana servis suaminya atau sudah bosan sex dengan pria tua itu.


tanpa basa basi si tante ini ternyata langsung mengambil kontol ku dengan kedua tangannya dan langsung memainkannya dia sangat expert atau berpengalaman dalam bercinta caranya begitu sangat luar biasa mulai dari memainkan sampai dengan mengulumnya dengan lahap kenikamatan yang sungguh luar biasa bagi ku dan akhirnya aku pun ngaceng dan mulai memasukan kemaluan saya ini kedalam lubang memek tante yang super hot ini segala aneka posisi gaya sex kami coba dan setelah setengah jam berlalu sayapun orgasme.

dan mengeluarkan seluruh sperma saya ke mulut tante ini dan dia sangat puas dengan pelayanan saya ini kami pun kembali ke kamar masing2 dia menenami suaminya yang lagi mabuk dan saya kembali ke kamar saya dan Cerita Sex ini terus terjadi sampai sekarang ini di saat bos saya sedang sibuk dengan perselingkuhan ini saya harap tidak diketahui oleh pihak lain dan akhir Cerita Sex ngentot bersama selingkuhan ini akan ada versi 2 kerana ini hanya fokus ke cerita utama dewasanya saja kerana saya lagi ga mood nulis Cerita Sex dewasa saat ini jadi tunggu terus Cerita Sex lainnya.

Cerita XxX | Cerita Sex | Cerita Remaja | Cerita Dewasa | Cerita 18+ | Bandar Bola | Agen piala Dunia | Agen Bola Online | Judi Online | Agen Togel

Monday, January 15, 2018

Thresome Dengan Anak Devi Sekalian

Cerita XxX - Sebelum melanjutkan Cerita ini saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui sebelum cerita ini berawal, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud.

Lina

Cerita dewasa - Hampir setiap sore beberapa minggu ini, hobbyku untuk bersepeda di lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, Tetapi ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu wilayahku. Mbak Devi, begitulah aku sering memanggilnya. Perawakan dengan tinggi 168 cm, berwajah khas orang kota gudeg dan padat berisi khas seorang ibu-ibu muda jaman now. Aku Rizal, seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung.

Ketika aku bersepeda, aku selalu bertemu dengan mbak devi, dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun di sebuah SD dekat rumahku sambil menyuapi makanan ke anaknya. Dan sering juga aku memergoki mbak Devi sedang menyusui anaknya tersebut, pemandangan itulah yang membuat ku sangat bersemangat untuk melihatnya. Mbak Devi tanpa malu-malu menyusui anaknya di tempat umum dan dilihat olehku. Sering pas aku melihat prosesi tersebut, dia malah tersenyum kepadaku. ”Wah ada tanda-tanda sesuatu ini” pikirku

Dasar otak mesum, yang dipikir pasti yang itu-itu aja..hehe
Malahan kadang aku ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepadaku, saat menyusui kadang dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua buah payudaranya yang mengkal itu. Rizal setelah beberapa lama aku baru tahu kalo ukurannya 34C. BH yang dia pakai setiap hari selalu membuatku merasa kalau payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kadang hitam, pink, merah, biru, ungu dan yang paling aku suka yaitu bentuk BH yang mempunyai renda. Hot banget rasanya.

Suatu Saat, aku memberanikan diri untuk berbicara dengannya. Hari itu dia sedang memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3.

”apa kabar mbak??lagi asyik ngapain ne??” tanyaku
”ini dek, biasa nyuapin Doni sambil jalan-jalan”
”sekalian nyari udara segar sore hari”lanjutnya.
”wah sehat banget keliatannya mbak anaknya, pasti makannya banyak ya?”
”ga juga si Zal, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget.”timpalnya

Otakku yang ngeres langsung deh mengarah ke hal yang iya iya…
”wah susu yang mana ne mbak??” tanyaku sambil tersenyum mupeng.
“ya susu botol dan susu ini.”sambil dia memegang payudaranya sendiri.
“Glek, wah mau dong mbak minta susunya, biar aku juga sehat.” Hehehe sambil cengenges2an…..
“wah susu yang mana neh Rizal, klo susu botol kan ga mungkin toh kamu uda besar.”
”jangan-jangan yang ini ya??” sambil senyum juga mbak Devi ini.

Wuiih…berani juga neh mbak Devi, langsung aja deh aku jawabh dengan ketawa juga ”emang bole ya mbak??”

Sebelum melanjutkan Cerita ini saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui sebelum cerita ini berawal, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud

Hampir setiap sore beberapa minggu ini, hobbyku untuk bersepeda di lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, Tetapi ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu wilayahku. Mbak Devi, begitulah aku sering memanggilnya. Perawakan dengan tinggi 168 cm, berwajah khas orang kota gudeg dan padat berisi khas seorang ibu-ibu muda jaman now. Aku Rizal, seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung.

Ketika aku bersepeda, aku selalu bertemu dengan mbak devi, dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun di sebuah SD dekat rumahku sambil menyuapi makanan ke anaknya. Rizal sering juga aku memergoki mbak Devi sedang menyusui anaknya tersebut, pemandangan itulah yang membuat ku sangat bersemangat untuk melihatnya. Mbak Devi tanpa malu-malu menyusui anaknya di tempat umum dan dilihat olehku. Sering pas aku melihat prosesi tersebut, dia malah tersenyum kepadaku.
”Wah ada tanda-tanda sesuatu ini” pikirku

Dasar otak ngeres, yang dipikir pasti yang itu-itu aja..hehe
Malahan kadang aku ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepadaku, saat menyusui kadang dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua buah payudaranya yang mengkal itu. Setelah beberapa lama aku baru tahu kalo ukurannya 34C. BH yang dia pakai setiap hari selalu membuatku merasa kalau payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kadang hitam, pink, merah, biru, ungu juga yang paling aku suka yaitu bentuk BH yang mempunyai renda. Hot banget rasanya.

Suatu ketika, aku beranikan diri untuk berbicara dengannya. Hari itu dia sedang memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3.
”apa kabar mbak??lagi asyik ngapain ne??” tanyaku
”ini dek, biasa nyuapin doni sambil jalan-jalan”
”sekalian nyari udara segar sore hari”lanjutnya..
”wah sehat banget keliatannya mbak anaknya, pasti makannya banyak ya?”
”ga juga si Rizal, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget.”timpalnya
Otakku yang ngeres langsung deh mengarah ke hal yang iya iya…
”wah susu yang mana ne mbak??” tanyaku sambil tersenyum mupeng.
“ya susu botol dan susu ini.”sambil dia memegang payudaranya sendiri.
“Glek, wah mau dong mbak minta susunya, biar aku juga sehat.” Hehehe sambil cengenges2an…..
“wah susu yang mana ne dan, klo susu botol kan ga mungkin toh kamu uda besar.”
”jangan-jangan yang ini ya??” sambil senyum juga mbak Devi ini
Wuiih…berani juga ne mbak Devi, langsung aja de gue jawabh dengan ketawa juga ”emang bole ya mbak??”

Tiba-tiba si Doni merengek dan minta susu ke Ibunya..” bentar ya Zal, Doni minta netek nih.” sambil dia buka kancing baju 3 biji sambil ngeluarin kedua payudaranya yang masih terbungkus BH warna hitam berenda itu.Wah pucuk dicinta ulam pun tiba, akhirnya bisa melihaat dari dekat moment ini. payudara mbak Devi sangat indah ternyata, apalagi BH yang dipakai sangat kontras dengan kulitnya yang kuning langsat dan yang paling aku sukai ”BHnya berenda cuy”….yes yes yes.

Begitu payudaranya terbuka satu, langsung deh si Doni menyerobotnya dengan cepat dan menghisap dengan kencang.

”pelan-pelan sayang, nanti tersedak lho” sambil mbak Devi mengocok-ngocok payudaranya yang sudah dikenyot anaknya itu.

Wah jadi mupeng neh, putingnya yang coklat dan agak besar sempat terlihat sekilas oleh mataku. ”Penis ku sudah mulai berontak neh, gawat” batinku
Waktu itu kami berada di pinggir lapangan sebuah SD, tepatnya di tempat duduk di luar kelas yang terletak dipojokan gedung. Mbak devi tiba-tiba meminta anaknya untuk berganti posisi supaya anaknya mengenyot payudara yang satunya. (uda abis mungkin yang kiri??) payudara yang sudah selesai diisep anaknya dibiarkan menggantung bebas, ”Duh otong uda ga kuat neh, uda berdiri tegak didalam celana dan membuat aku jadi salting. Mbak devi ternyata melihat gelagat anehku ini.

”Kamu kenapa Zal??” tanyanya
Dengan terkaget aku menjawab “anu..emm..eh ngga papa kok mbak.”
“jangan bohong kamu Zal, kamu pengen ya??”
Duh semakin tegang aja dengan pertanyaan seperti ini. Tapi karena amin telah mengalahkan iman maka akupun menjawab ”emangnya boleh ya mbak? Nanti ada yang marah?”
”ya asal ga rebutan sama Doni ya ga papa.”

Wah bener-bener beruntung ne hari ini….”maksudnya Mbak?”sok sok berlagak begok neh aku.
Sambil memutar-mutar payudaranya yang sebelah kiri dia bilang ”ayo sini aja, masih ada satu kok.”
”tapi pelan pelan ya, si Doni mau tidur nih kayaknya” lanjutnya.
Langsung aja gua deketin mbak Devi, pertama-tama aku masih ragu, Tetapi dia terus menarik tanganku untuk menyentuh bukit yang indah itu.

”jangan malu Zal…”sambil menyentuhkan tanganku ke payudaranya itu..
Ku elus-elus payudara itu dengan lembut, seru juga ya mainin payudara cewek yang menyusui sambil ada anaknya yang sedang netek. (ukurannya itu lho, manteb banget!!) Waduw kayak threesome aja, tapi yang satu masi anak-anak. Lama kelamaan remesanku terhadap payudaranya ternyata membuatnya ON, terus aku beranikan untuk mencium putting yang imut itu.

“mas di sebelah sana aja yuk?”dengan menunjuk sebuah pelataran kecil di pojok gedung dengan lokasi agak ke belakan.wah seru juga ne tempatnya..

“ayo mas dilanjut lagi.” Ajaknya
“mbak dibuka aja deh bajunya, biar lebih gampang.”pintaku

Akirnya dia membuka baju itu dengan mudah karena tinggal beberapa kancing saja yang belum terbuka. Dengan BH yang masih menempel diatas payudaranya, aku mulai mengisap, memilin, menjilat dan memainkan dengan lidahku. Tanganya mulai bereaksi terhadapku, menelusurlah tangan kirinya ke selangkanganku. Mulailah dia mengelus dari luar, kemudian tak berapa lama telah masuk ke dalam celana kolorku. Di tempat itu, terdapat sumur dengan sedikit lantai kering berbahan beton yang hangat karena terkena sinar matahari seharian. Dengan perlahan aku rebahkan dia di lantai tersebut dengan Doni masih mengenyot payudaranya yang kanan tanpa terganggu sedikitpun.

Dia memintaku melepas celana dan baju yang kupakai sehingga hanya tertinggal CD kaos ku yang menempel. Langsung akupun rebahan di samping mbak Devi sambil saling berciuman. Ganas juga ciumannya, lidah kami saling bertemu, mulut pun beradu sambil tangan kiriku bergerilya di dalam roknya. Bergantian aku mencium bibir dan payudaranya itu sambil tangan kiri mengelus gundukan selangkangannya. Tangan kananku tak mau kalah mulai melepas kaitan BH yang masih menempel itu. Mbak Devi juga makin liar mengelus Penisku dari luar celana dalam, kemudian karena tidak puas dia masuk ke dalam celana dalamku dan mengelus+mengocok Penisku..mantap bener rasanya, namanya juga uda pengalam kali ya?
”Zal, mbak ga bisa bangun ne, jadi tolong bukain celana dalammu ya?”
Langsung kubuka celana dalamku sambil berdiri. Kulihat dia tersenyum menatapku, ketika terlepas, menyembullah Penisku yang sudah tegang ini.

”gede banget Rizal?punya suami mbak aja kalah”
Penis ku masih standar dengan ukuran 17cm, namun gendut dari pangkal ke ujung.
”masak si mbak?”tanyaku..
”mbak, aku bole minta diemut ga Penisnya?”
Sambil senyum dia mengangguk tanda mengiyakan. Aku arahkan Penisku ke mulutnya, dan langsung dijilati pelan-pelan sampai dia menelannya. Tanganku tak mau menganggur, aku raih payudara yang kanan dan dengan sedikit susah payah aku jangkau celana dalamnya yang berwarna hitam berenda pula, kemudian aku lepaskan namun dengan rok yang masih terpakai. Sambil terus menjilat dan mengulum Penisku, aku terkagum melihat vaginanya yang tercukur mulus dengan bibir merah dan sedikit menjulurkan kulitnya keluar, langsung saja aku memposisikan diri membentuk angka 69. dengan perlahan aku menjilat bibir vaginanya, aku julur-julurkan lidah ini kedalamnya secara perlahan. Sengaja aku memancing nafsunya agar terus naik, terlihat dari cara dia mengulum Penisku yang semakin liar. Disedot-sedot dengan kenceng Penisku ini sampai tertelan semuanya, ”wah hebat ne, Penisku sampai bisa ditelan abis” pikirku.

Jariku mulai ikut campur dengan lidahku, mulai aku masukkan sedikit ujung telunjukku ke miss V nya dengan terus menjilat, aku ga mau merusak vagina yang indah ini dengan tanganku. Hanya Penisku yang hanya boleh masuk lebih dalam lagi. Lenguhan mbak Devi yang terangsang dengan aksiku terdengar cukup keras, untung daerah tersebut sepi dan jarang dilewati orang. Anaknya, doni, gak merasa terganggu dengan lenguhan mamanya itu namun tetap tertidur, mungkin ngantuk berat kali??hehehe tanpa terasa vaginanya uda basah banget dan tak berapa lama cairan benih agak putih keluar dari lubang surga tersebut, tubuh mbak Devi agak terhentak dan mulutnya terasa sedikit menggigit Penisku. ”Pasti dia uda sampai duluan ni?” pikirku dalam hati. Aku hentikan aksiku dan aku cabut juga Penisku dari mulutnya, mbak Devi terlihat sedikit lemas namun tetap tersenyum penuh gairah terhadapku. Aku sudah sangat terangsang dan pengen memasukkan Penisku ini ke sarangnya, begitu juga mbak Devi yang begitu terangsang melihat Penisku.
”mbak, aku bole masukin ne?”tanyaku

Dia hanya mengangguk dan tersenyum padaku. Aku lebarkan pahanya itu, dengan agak menindih aku masukkan sedikit demi sedikit Penisku ini. Aku resapi tiap jengkal kenikmatan surga ini, belum sampai setengah mbak Devi terlihat sedikit meringis.
” Pelan-pelan Rizal…agak sesak ne rasanya..”
”Rizal…besar sekali punyamu, tapi nikmat banget Rizal!”
”terus Rizal…..”sambil menggigit bibirnya
Setelah masuk seluruhnya, aku genjot dia dengan posisi MOT dan sambil aku push-up mantep banget, rasanya dalem banget Penisku ini menusuknya. Mulutku tak mau kalah, mencium dan mengemut payudaranya secara bergantian. Hampir 15 menit kami dalam posisi seperti ini, karena sedikit lelah akupun berubah posisi. Aku cabut dengan cepet Penisku, serr sensasinya ruaar biasa. Kemudian aku rebahkan badan ku disampingnya dan miring kekanan, aku angkat kaki kirinya ke atas kemudian dari samping aku masukkan Penisku lagi. BLESSS….Penisku ini telah tenggelam lagi kedalam lubang surgawi, aku goyang pelan, sedikit bertenaga dan kenceng…..sambil mulut ini beradu dan tangan kiriku meremas puting payudara sebelah kiri. Lagi asik-asiknya tiba-tiba anaknya terbangun.

”Duh gawat ne?” kataku dalam hati. Namun mbak Devi langsung mengelus anaknya dan mendekapnya agar tetap diam dan akirnya doni pun tertidur kembali sambil netek. Wah lengkap sudah yang mbak Devi rasakan, uda yang bawah diganjal ama Penisku, kedua payudaranya ada yang ngenyot dan mulut juga bergantian aku lumat. Erangannya semakin kuat hampir menuju puncaknya, akupun merasakan ada sesuatu yang mau menyembur dari ujung Penisku. Semakin ku percepat gerakan Penisku ke dalam vaginanya, semakin liar juga kami berciuman dan semakin ganas tanganku meremas payudaranya. Setelah hampir 20 menit dalam posisi tersebut tiba-tiba aku ngerasa uda hampir sampai.

”Mbak aku mau keluar ne..”
”aku juga Rizal, bareng ya…”pintanya
Aku terus mnggoyangkan Penisku dengan makin cepat, 5 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi.
”Mbak….k…k….aku keluarrrrrrr”
”aku juga dek…k..k…”
Crot..Crot..Crot…Crot…tumpahlah semua maniku ke dalam vaginanya.ahhh…..nikmat banget rasanya, sampai ke ubun-ubun rasa nikmat itu. Tapi walau uda keluar aku tetap membiarkan Penisku di dalam vaginanya. Kami masih saling berpagutan lembut menikmati tiap centi kenikmatan yang telah kami lewati., tanganku juga masih mengelus payudaranya, anaknya juga masih mengenyot payudara yang satunya secara perlahan.
”Makasih ya Rizal….sensasi ini belum pernah aku dapatkan.”
”sama sama mbak, makasih juga uda diberi kehormatan mencicipi tubuh mbak.”
”udah lama aku pengen ama mbak setiap kulihat mbak neteki disini”
”nakal kamu ya Rizal!!”
”mbak juga sengaja si ngeluarin payudara kok sampe dua duanya. Hehehehe”

Aku cabut Penisku, ”Ploop..” bunyinya. Setelah itu aku bangun dan memakai semua bajuku, aku kenakan lagi celana dalam mbak Devi sambil aku berikan kecupan kecil di bibir vaginanya. ”uhh…..”lenguh mbak Devi. Diapun mengaitkan Bhnya tanpa memakai dulu karena doni masih netek. Kamipun masih berbincang, dan aku masih merasa pengen menghisap payudaranya. Mbak Devi mempersilahkan aku untuk tetap mencium payudaranya…sampai menjelang senja akirnya kami keluar dari SD tersebut dengan doni yang mulai terbangun. Kami pun berjanji akan mengulangnya kembali. Sungguh sensasi yang luar biasa dari seorang wanita menyusui.

Sunday, January 14, 2018

Mertua Hyper Sex

Cerita XxX -  Kisah ini kisah nyata. Kisah ini sudah mendapat izin dari pelaku utamanya untuk diabadikan. Namun untuk menjaga nama baik semua pihak, nama- nama kota dan pelakunya diganti semuanya. Selamat mengikuti dan mohon maaf atas segala kekurangannya. Sebenarnya wanita itu bukan ibu kandung istriku. Ia ibu tiri istriku. Usianya juga Cuma 5 tahun lebih tua dari istriku. Tapi tetap saja aku memanggilnya mamah, seperti Tina (nama istriku) memanggilnya



Cerita XxX

Mengenai ibu kandung Tina, aku hanya mendengar ceritanya saja, bahwa pada saat Tina berusia 18 tahun, ibu kandungnya meninggal dunia, karena menderita kanker otak. Setelah hidup menduda selama setahun, ayah Tina menikah lagi dengan wanita yg jauh lebih muda, bernama Rita, yg sekarang biasa kupanggil mamah, meski usianya hanya setahun lebih tua dariku.

Pada saat kisah nyata ini dimulai, umurku 28 tahun dan wanita bernama Rita itu 29 tahun, sementara istriku baru berusia 24 tahun. Di usia 28 tahun ini aku sudah punya seorang anak laki-laki yg berusia 3 tahun. Untuk ukuran masa kini, mungkin aku dan Tina termasuk pasangan yg cepat menikah, yakni ketika usiaku baru 24 tahun dan usia Tina baru 20 tahun. Tapi meski usiaku masih muda, nasibku tergolong bagus. Karena aku sudah menduduki jabatan sebagai manager marketing di perusahaan besar, yg kebetulan milik pamanku sendiri.

Ayah Tina kunilai pandai juga mencari pengganti istrinya yg sudah tiada. Istrinya yg bernama Rita itu jauh lebih muda darinya. Pada saat kisah nyata ini dimulai, usia ayah mertuaku sudah 50 tahun. 21 tahun lebih tua daripada istrinya. Bukan cuma jauh lebih muda daripada suaminya, ibu tiri istriku itu sangat menarik, meski kulitnya tdk seputih kulit istriku. Ya, ibu mertuaku itu tergolong wanita yg hitam manis, bertubuh indah laksana biola stardivarius.

Tapi sampai saat kisah nyata ini dimulai, dia belum punya anak juga. Entah dia yg mandul atau suaminya yg tak mampu lagi membuahinya. Entahlah. Yg jelas, istriku pernah bilang padaku, bahwa ibu tirinya itu baik sekali. Jauh berbeda dengan cerita-cerita tentang ibu tiri yg kejam. Setelah menikah, aku memboyong istriku ke Jakarta, agak jauh dari kampung halaman istriku yg terletak di sebuah kota kecil dekat perbatasan Jabar dan Jateng.

Tapi aku dan istriku sering menengok mertuaku di kampungnya, sering pula kedua mertuaku datang ke Jakarta dan menginap beberapa hari di rumahku. Istriku cantik dan berkulit putih kekuning-kuningan. Bersih dan anggun, bertubuh tinggi semampai. Sementara ibutirinya hitam manis dan agak montok. Bentuk mereka jauh berbeda, karena memang bukan ibu dan anak kandung. Mata istriku juga agak sipit seperti wanita Tionghoa, sementara ibu tirinya bermata bundar. Suatu perbedaan yg menyolok juga. Dan kalau kubanding-bandingkan siapa yg lebih seksi, harus kuakui bahwa istriku kalah seksi.

Ya, dengan sejujurnya harus kuakui bahwa ibu mertuaku itu jauh lebih seksi ! Tapi tadinya aku tak pernah memikirkan hal-hal yg tak sepantasnya kupikirkan. Meski usia wanita itu hanya setahun lebih tua dariku, sikapku tetap hormat sebagaimana layaknya seorang menantu kepada mertuanya. Kalau bertemu dengannya, selalu kubiasakan mencium tangannya, sebagaimana layaknya sikap seorang anak kepada orang tuanya.

Pada waktu ngobrol pun aku selalu bersikap sopan dan ramah. Tak pernah membicarakan hal-hal yg tak pantas dibicarakan. Ia juga bersikap sebagaimana layaknya seorang ibu mertua kepada menantunya. Sampai pada suatu saat… terjadilah peristiwa berikut ini. Ibu mertuaku datang ke Jakarta dan menginap selama beberapa hari. Tanpa suaminya, karena di kampung istriku sedang ada kesibukan pemilihan bupati baru.




Cerita Sex

Setelah beberapa hari “mamah” menginap di rumahku, kebetulan aku ada jadwal mau ke Purwokerto. Aku pun memberitahu istriku tentang jadwal itu.
“Kapan berangkatnya Mas?” tanya istriku.

“Nanti malam, supaya besok pagi sudah tiba di Purwokerto,” sahutku.

“Wah, kebetulan…Mamah juga mau pulang besok. Mas Didi lewat kampungku kan?”

“Iya pasti lewat, karena gak ada jalan lain. Emang kenapa?”

“Mamah kan jadi bisa numpang sama Mas,” istriku memegang pergelangan tanganku.

“Boleh aja,” aku mengangguk.

“Sebentar…mau kasitau Mamah dulu….” istriku melangkah ke arah kamar tamu, di mana ibu

mertuaku ditempatkan.

Begitulah. Malam harinya aku sudah berada di belakang setir sedanku, meluncur dalam kecepatan tinggi di jalan tol Cipularang. Sementara ibu mertuaku duduk di sampingku, sambil mengajak ngobrol ke barat ke timur. Tapi beberapa saat kemudian dia kelihatan sudah mulai ngantuk. Maklum saat itu sudah hampir tengah malam.

Dan inilah awalnya. Awal dari perubahan yg terjadi pada batinku. Bahwa berkali- kali kepala mertuaku terangguk-angguk dengan mata terpejam. Bahkan berkali-kali pula pipinya menyentuh pipiku. Sehingga harum parfumnya tersiar ke penciumanku dan kehangatan pipinya pun terasa di pipiku. Ini tdk mengganggu konsentrasiku, karena kebetulan mobilku automatic transmission.

Tapi kenapa pikiranku jadi melayg-layg tak menentu gini ya? Biasanya kalau melalui jalan tol Cipularang, aku suka beristirahat di salah satu rest area. Sekadar mengisi perut atau minum kopi, sambil mendinginkan mesin mobil. Tapi saat itu aku tdk beristirahat, kupacu terus mobilku dalam kecepatan di atas 100 km/jam, dengan perasaan bercampur aduk. Kebetulan pengguna jalan tol malam itu tdk terlalu padat, sehingga aku bisa keluar daripintu tol Cileunyi- Bandung jauh lebih cepat dari biasanya.

Kini mobilku menempuh jalan biasa, di tengah sepi dan gelapnya malam. Pada waktu berada di daerah Nagreg, hujan turun dengan derasnya. Gilanya AC mobilku tdk jalan sebagaimana mestinya. Mungkin gas freonnya sudah habis, sehingga kaca depan berembun dan membuat pandanganku tdk leluasa. Terpaksa kubelokkan mobilku ke bahu jalan, lalu kuhentikan.

“Kenapa berhenti di sini?” tanya mertuaku yg terbangun sambil menggesek-gesek matanya.

“ACnya gak jalan, Mah. Mungkin freonnya sudah habis,” sahutku.

“AC gak jalan gak apa-apa, kan udaranya juga dingin begini.”

“Tapi kacanya berembun, gak bisa lihat apa-apa, Mah.”

“Oh…iya ya….” mertuaku baru mengerti bahwa kalau AC gak jalan bisa membuat kaca berembun

dan menghalangi pandangan. “Kita tunggu dulu sampai hujannya reda aja, ya Mah,” kataku sambil merebahkan sandaran kursiku.

“Iya,” sahut mertuaku,”Tapi ngantuk gini….mau tidur lagi ya.”

“Silakan aja Mah…” Nah….kini mulai lagi terjadi sesuatu yg membuat pikiranku tak menentu.

Bahwa mertuaku merebahkan kepalanya di atas pahaku.

“Iiih dingin sekali, Di….” gumam mertuaku sambil memegang kedua tanganku. Lalu
menempelkannya di sepasang pipinya.

Sementara diluar mobilku, hujan malah semakin deras saja, seperti dicurahkan dari langit.

“Di tas saya ada selimut,” kataku,

“Tapi tasnya ada di bagasi. Untuk ngambilnya harus hujan-hujanan dulu, Mah.”

“Gak usah ambil selimut segala lah. Nanti kamu kehujanan malah sakit pula.”

“Sini deh ta pelukin biar Mamah jangan kedinginan,” kataku sambil memeluk leher mertuaku.

“Kalau mau hangatin mamah, kesiniin tangannya,” kata mertuaku sambil meraih tanganku ke dalam

blouse bagian dadanya. Membuatku degdegan, karena aku menyentuh beha mertuaku.

Tapi aku bukan lelaki bodoh. Aku mulai mengerti apa yg diinginkan olehnya. Maka dengan hati-hati kuselinapkan kedua tanganku ke dalam behanya. Wow…aku sudah menyentuh buah dada yg montok itu. Dan aku menunggu reaksinya. Ternyata ia diam saja. Sehingga aku makin berani…meremas sepasang payudara montok itu dengan kedua tanganku. Bahkan sesekali kupelintir pentil teteknya dengan hati-hati, karena tak mau dianggap kasar.

Dan…di luar dugaanku, tangan mertuaku menarik ritsleting celanaku. Apa yg akan dilakukannya? Aaah….tangannya menyelinap ke balik celana dalamku. Memegang batang kemaluanku yg sudah agak mengeras…membuat pikiranku makin galau. Terlebih ketika kurasakan tangannya mulai meremas k0ntolku dengan lembut… sehingga senjata pusakaku mulai ngaceng berat ! Tiada kata-kata yg terlontar dari mulut kami. Elahan napas kami pun tertelan oleh suara gemuruh hujan yg begitu derasnya. Kubiarkan ia meremas-remas batang kemaluanku.

Dan aku pun tak mau kalah. Tangan kiriku tetap asyik meremas- remas buah dada montok mertuaku, tapi tangan kananku mulai menyelinap ke balik rok mertuaku. Mulai menyelusuri kehangatan pahanya…merayap sedikit demi sedikit ke atas….sampai menyentuh celana dalamnya di kegelapan ini. Gilanya, ia malah merenggangkan pahanya, seperti sengaja memberiku keleluasaan untuk melakukan apa yg kuinginkan. Aku sangat bergairah melakukannya. Menyelinapkan tanganku ke balik lingkaran karet celana dalamnya, menyentuh bulu kemaluannya yg ternyata lebat sekali…menyentuh dan mengelus bibir kemaluannya dengan nafsu yg mulai menggelegak.

Meski dalam keadaan gelap, aku sudah bisa memperkirakan di mana letak kelentitnya. Dan setelah yakin bahwa aku sudah berhasil menyentuh kelentit mertuaku, jemariku mulai beraksi mengelusnya dengan lembut. Terasa tubuh mertuaku mulai mengejang- ngejang, sementara kemaluannya pun mulai basah dan hangat.

“Di….” “Ya Mah?”

“Iiih…mamah jadi kepengen….”

“Sama mah…saya juga jadi pengen…”

“Tapi jangan di sini ah…”

“Tentu aja tdk di sini. Setelah hujan reda nanti kita cari hotel ya.”

“Tapi…kamu kan harus sampai di Purwokerto nanti pagi.”

“Ah…soal itu bisa diatur Mah….”

“Mmmm…punyamu udah keras gini ih…gemesssss….!” cetus mertuaku sambil mempermainkan
k0ntolku yg memang sudah sangat keras ini.

“Punya Mamah juga udah basah gini…..hmmm…malam ini bakal ada kisah indah di antara kita, ya.”

“Ya udah….cari tempat aman dulu dong. Hujannya udah reda tuh…”

“Iya, iya…” sahutku sambil mengeluarkan tanganku dari balik celana dalam mertuaku.

Ia juga melakukan hal yg sama, mengeluarkan tangan dari balik celana dalamku, kemudian menarik ritsleting celanaku sampai tertutup lagi. Kuambil kanebo dari dashboard untuk mengelap embun yg masih menutupi pandangan di kaca depan. Tak lama kemudian aku sudah memacu lagi mobilku ke arah timur. Sinar lampu mobilku menyeruak di tengah kegelapan malam. Sikap mertuaku sudah sangat berubah. Dengan sengaja ia menempelkan pipinya ke pipiku. Bahkan satu saat ia mengecup pipiku dengan mesra, sambil berkata,

“Kamu tau gak… sejak melihatmu bersama Tina, mamah udah simpati padamu.”

“Sama Mah. Saya juga pas baru bertemu dengan Mamah…saya kaget…karena calon mertua kok

muda sekali…seksi pula…tapi saya gak berani macem-macem, takut jadi onar,” sahutku tanpa
mengurangi kecepatan mobilku.

“Mamah juga gitu. Takut heboh. Soalnya mamah sayang sama Tina. Mamah gak mau nyakiti hatinya.”

“Tina juga sering cerita, Mamah baik sekali. Jauh berbeda dengan kisah-kisah lama tentang kejamnya ibu tiri.” “Sekarang sih udah jarang ibu tiri yg kejam seperti dongeng-dongeng itu. Mmm…kalau kamu mau, panggil aku Rita aja, gak usah mamah-mamahan.”
“Gak ah…takut kelupaan manggil Rita di depan Bapak atau Tina. Bisa menimbulkan kecurigaan nanti.” Mertuaku mencium pipiku lagi, lalu berbisik,

“Iya deh. Pokoknya mulai malam ini kamu jadi menantu tercinta….” Aku cuma tersenyum di belakang setirku.

Senyum kemenangan. Karena tanpa diduga malam ini aku mengalami sesuatu yg luar biasa. Ketika mau melewati papan nama sebuah hotel, kukurangi kecepatan mobilku. Lalu kubelokkan ke pekarangan hotel itu. Jam sudah menunjukkan pukul 02.15 pagi.
“Kelihatannya hotel ini agak nyaman,” kataku,
“Di sini aja ya Mah.”
“Terserah kamu aja, sayang….” sahut mertuaku dilanjutkan dengan kecupan mesra lagi di pipiku.

Kamar hotel ini bersih sekali meski bukan hotel berbintang. Kuberikan tip buat bellboy yg membawa tasku dan tas mertuaku. Dia mengucapkan terimakasih, lalu keluar dan menutupkan pintu.
“Sebentar…mamah mau cuci muka dulu ya,” mertuaku melangkah ke arah pintu kamar mandi sambil mengepit handuk dan daster yg baru dikeluarkan dari tasnya.

Aku mengangguk, sambil mengeluarkan baju dan celana piyama dari dalam tasku.
Lalu melangkah ke pintu kamar mandi yg tampak tdk tertutup penuh. Mertuaku terkejut, karena dia sedang telanjang bulat ! Aku juga terkejut, karena kusangka dia cuma sedang cuci muka seperti yg disampaikannya tadi. Cepat kunilai tubuh telanjang mertuaku itu, bukan main indahnya. Toket dan pantat gede, pinggang kecil dan semuanya tampak padat. Membuatku sangat tergiur dan menghampirinya. Memeluk tubuh telanjang itu dari belakang. Tapi mertuaku menepiskan pelukanku sambil berkata,

“Sabar dong… nanti juga mamah kasihkan semuanya buat kamu, Di. Tunggu dulu dong di luar. Mamah mau bersih-bersih dulu nih.” Aku berusaha sabar dan tak memaksa-maksa.
Kulepaskan pelukanku,

“Iya Mah…saya cuma mau bersih- bersih juga,” kataku sambil menanggalkan seluruh pakaianku,hanya celana dalam yg kubiarkan melekat di tubuhku.

Kemudian kukenakan celana dan baju piyamaku. Cuci muka di washtafel, lalu keluar lagi dari kamar mandi itu. Aku berusaha sesabar mungkin, duduk di sofa panjang dekat tempat tidur, menunggu mertuaku keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian dia muncul. Sudah mengenakan daster sutra putih bermotif bunga mawar berwarna pink. Dengan senyum manis di bibir sensualnya. Tanpa ragu ia duduk di atas pangkuanku, sambil memeluk leherku dan mendarat ciuman hangat di bibirku.
“Sekarang mamah jadi milikmu…tapi jangan sampai Tina dan Bapak tau ya…” katanya setengah berbisik.

“Iya Mah…gak nygka malam ini Mamah akan menjadi milik saya,” sahutku sambil menggelutkan bibirku ke lehernya.

“Di sana aja yok, biar leluasa,” kata mertuaku sambil menunjuk ke tempat tidur.
“Iya,” aku mengangguk lalu mengikuti mertuaku yg sudah duluan naik ke atas tempat tidur.

Ia sudah duluan menelentang pasrah. Aku pun menerkamnya dengan lembut, karena aku tak mau terkesan kasar. Biar bagaimana dia itu mertuaku, meski ada sebutan “tiri”. Kami bergumul mesra di atas tempat tidur, lalu dengan tak sabar aku berusaha menanggalkan daster sutranya.

Dan setelah daster sutra itu kutanggalkan, kusaksikan pemandangan yg sangat menggiurkan. Karena ternyata mertuaku tak mengenakan apa-apa lagi di balik daster sutra itu. Dan tampaklah dengan jelas sekujur tubuh mertuaku yg masih muda dan sangat menggiurkan ini. Sepasang payudara yg montok, yg tadi sudah kurasakan betapa kencangnya. Perutnya yg kecil dan terawat, lalu di bawah perutnya gundukan kemaluan yg ditutupi jembut tebal, sungguh jauh berbeda jika dibandingkan dengan istriku. Karena istriku berpayudara kecil, sementara bulu kemaluannya selalu dicukur habis (dengan alasan kebersihan).

Aku merangkak ke atas tubuh mertuaku. Mempermainkan payudara montoknya sambil berkata,
“Payudara Mamah montok gini. Tapi kencang sekali. Payudara Tina juga kalah kencang, Mah.”
“Ya iyalah,” sahutnya,

“mamah kan belum pernah menyusui bayi.” Bicara begitu, tangannya mulai membuka kancing baju piyamaku satu persatu.

Sehingga aku mengerti bahwa mertuaku ingin agar aku mulai telanjang juga. Maka kupelorotkan celana piyamaku sampai terlepas dari kakiku. Mertuaku duduk dan menurunkan celana dalamku dengan sikap seperti tak sabar. Dan tersenyum menggoda ketika melihat batang kemaluanku yg memang sudah berdiri kencang ini.

“Punyamu gagah banget, Di. Panjang gede gini…langsung keras pula…” katanya sambil mengelus batang kemaluanku dengan hangatnya.
“Emangnya punya Bapak gimana?” tanyaku sambil mengelus bulu kemaluan mertuaku yg hitam lebat itu.

Dan ketika kuselusupkan jariku ke liang kemaluannya, ternyata sudah membasah.
“Punya Bapak tdk sepanjang dan segede punyamu ini,” sahutnya,
“lagian dia kan udah tua….kerasnya gak sempurna seperti punyamu ini. Mmmm…langsung masukin aja, Di.”
“Kok buru-buru banget, Mah?” aku agak heran ketika batang kemaluanku ditarik dan ditempelkan di mulut memek mertuaku.
“Mamah udah horny sejak di jalan tadi,” sahutnya,
“Lagian biar jadwal kerjamu gak terganggu. Jadi setelah selesai, bisa melanjutkan perjalanan ke Purwokerto. Biar mamah ikut aja ke Purwokerto. Kan di sana juga pasti banyak hotel.”
“Mamah mau ikut ke Purwokerto?”
“Iya. Laporin aja sama Tina… bilangin aja mamah belum pernah ke Purwokerto dan ingin tau sekarang, mumpung bisa numpang sama kamu.”
“Boleh…boleh…” kataku bersemangat,
“Nanti di Purwokerto kita bercinta sepuasnya, ya Mah.”
“Iya, sayaaaang….” mertuaku mencium bibirku. Lalu katanya,
“Dorong dong….jangan dibiarin nempel doang…” Kujawab dengan tindakan.

Kudesakkan k0ntolku kuat- kuat….blesss….masuk sedikit…dorong lagi…masuk makin dalam. Mertuaku langsung memelukku,
“Duuuh…udah masuk, sayang….” rengeknya disusul dengan kecupan hangat di pipiku.
“Punya Mamah sempit banget….” kataku sebelum melanjutkan gerakan k0ntolku.
“Ya iyalah…mamah kan belum pernah melahirkan….dipakai sama Bapak juga cuma dua minggu sekali…” sahut mertuaku sambil mengelus kepalaku.
“Iya Mah…oooh…ini enak banget Mah….” cetusku sambil mengayun batang kemaluanku di dalam jepitan liang kemaluan mertuaku,
“Jujur Mah…punya Mamah ini lebih asyik daripada punya Tina…”
“Hush ! Jangan menjelekkan istrimu sendiri, sayang…” mertuaku mulai menggoyg-goygkan pinggulnya, dengan gerakan- gerakan erotis dan terlatih.

Makin lama goygan pinggul mertuaku makin menggila. Terkadang menghentak-hentak, mungkin supaya kelentitnya tergesek-gesek oleh batang kemaluanku yg sedang mengenjot liang memeknya. Rintihan-rintihan histerisnya pun makin lama makin menjadi-jadi,
“Uuuh…Didi… oooh…enak banget Di….mamah belum pernah merasakan yg seenak ini Di…ooooh……mmmm….iya, genjot yg cepat Di…oooh… sssh…mamah udah mau keluar nih….gilaaa…koq punyamu enak banget gini sih….ooooh……sssshh…” Lalu ia mencengkram bahuku sambil terpejam dan merengek manja,
“Didiiii….mamah keluaaar…..ooooh….enak banget sayaaaang….ssshhhhh….” Sebenarnya aku pun merasakan kenikmatan yg fantastis, yg tak pernah kudapatkan dari istriku sendiri, terutama pada waktu kurasakan liang kemaluan mertuaku berkedut-kedut pada waktu mencapai orgasme.

Aneh memang, kemaluan mertua tiriku malah jauh lebih nikmat. Mungkin karena selama ini istriku terlalu tradisional. Dalam setiap melakukan senggama, tak pernah macam-macam. Menggoyg pinggul pun tak pernah. Dan aku tak pernah menyuruhnya harus begini-begitu. Sehingga kadang-kadang aku merasa jenuh dalam soal seks dengan istriku. Aku masih mengayun batang kemaluanku yg sedang enak-enaknya bergesekan dengan dinding liang memek mertuaku. Ia masih tampak lesu.
Tapi berkali-kali bibirku dipagutnya, dilumatnya dengan penuh kehangatan, membuatku semakin bergairah untuk memompakan batang kemaluanku.
“Kamu tangguh sekali, sayang…” katanya pada suatu saat,
“Mau nyobain mamah di atas?”
“Boleh,” sahutku sambil menghentikan ayunan batang kemaluanku, lalu menggulingkan diri ke samping, sambil memeluk pinggang ibu tiri istriku, supaya batang kemaluanku tdk terlepas dari cengkraman liang memeknya.

Kini aku menelentang, sementara mertuaku menelungkup di atas dadaku. Sesaat kemudian ia menekuk lututnya, sementara kedua tangannya menahan ke kasur, sehingga seperti sedang merangkak. Lalu ia mulai menggerak-gerakkan pantatnya, naik turun, sehingga batang kemaluanku dibesot-besot oleh cengkraman liang memeknya yg terasa legit itu. Oh, mertuaku tercinta….nikmat nian bersetubuh denganmu ini…!

Sepasang payudara mertuaku yg montok dan bergoyg-goyg di atas dadaku, tentu tdk kubiarkan “menganggur”. Kuremas-remas dengan penuh gairah. Sementara ia samakin ganas menaik- turunkan pantatnya, sehingga sering terasa puncak k0ntolku menyundul- nyundul dasar liang memek mertuaku. Terkadang kuraih leher ibu tiri istriku itu, kemudian kulumat bibirnya dengan sepenuh gairahku. Tapi posisi ini membuatnya cepat orgasme lagi. Hanya beberapa menit ia kuat bertahan main di atas, kemudian ia ambruk ke dadaku sambil merintih,

“Mamah udah keluar lagi, Di….ooooooh…..” Ia mencubit pipiku yg dibanjiri keringat. Dan berkata,
“Mamah kan biasa main sama kakek-kakek. Sekalinya ketemu orang muda…mana tahan?” Kujawab dengan senyum.

Kubiarkan ia berkali-kali menciumi pipiku. Lalu kugulingkan tubuhnya agar posisinya di bawah lagi, tapi aku kurang hati-hati menggulingkannya, sehingga batang kemaluanku terlepas dari jepitan liang kewanitaannya. Setelah ia celentang, aku bermaksud membenamkan lagi batang kemaluanku ke dalam liang memeknya. Tapi ia mengelap dulu memeknya dengan handuk yg tersimpan di bawah bantal. Aku baru nyadar bahwa ia sudah menyiapkan handuk itu di bawah bantal.
Setelah mengelap kemaluannya, ia menelentang lagi sambil merentangkan kedua pahanya lebar-lebar,
“Ayo lanjutkan…” katanya sambil tersenyum.

Tanpa basa-basi lagi aku merangkak ke atas perutnya, sambil memegang batang kemaluanku dan menempelkan puncaknya di mulut memek mertuaku. Lalu kudorong kuat-kuat. Terasa seret karena liang memek mertuaku sudah dikeringkan. Tapi dengan susah payah aku berhasil membenamkannya sedikit demi sedikit. Lalu kuayun lagi batang kemaluanku, maju mundur di dalam jepitan liang kemaluan mertuaku. Kembali ia mendekapku erat-erat.

Sambil menciumi bibir dan pipiku yg sudah keringatan. Pantatnya pun mulai bergoyg meliuk-liuk seperti penari ular. Kurasakan lagi nikmatnya bersetubuh dengan ibu tiri istriku ini. Dan sejujurnya kuakui, ini merupakan persetubuhan yg paling nikmat bagiku. Entah kenapa, rasanya jauh lebih nikmat daripada menyetubuhi istriku sendiri. Begitu asyiknya aku mengayun batang kemaluanku, sampai pada suatu saat kudengar rintihan mertuaku,

“Diii…mamah udah mau keluar lagi…. ”
“Duh…saya juga mau keluar Mah…barengin ya biar enak…” kataku sambil mempercepat enjotan batang kemaluanku.
“Jangan sayang….nanti kalau mamah hamil gimana? Lepasin di mulut mamah aja…ayooo…mamah sedot nanti airmaninya sampai habis…..”
“Duh…bener Mah?”
“Iya, cepetan….uuuuh….mamah udah keluar nih…cepetan siniin kontolnya,” kata mertuaku sambil mengangakan mulutnya.

Buru-buru kucabut batang kemaluanku dari liang memek mertuaku, kemudian bergerak secepatnya, mengangsurkan k0ntolku ke dalam mulut mertuaku yg sudah ternganga itu. Happpph ! Mulut mertuaku menangkap k0ntolku dengan tangkasnya. Lalu kurasakan sedotan dan elusan lidahnya…luar biasa nikmatnya….membuatku menahan napas…kemudian mendengus….

uuuuuughhhhhhhhhhh……
“Mamaaaahhhhh……….” lenguhku sambil memegang kepala mertuaku yg tengah menyedot batang kemaluanku….gila…banyak sekali rasanya air maniku terpancar menyemprot- nyemprot tenggorokan mertuaku….dan gilanya lagi, mertuaku menelannya sampai habis ! Rasa haru dan sayang menyeruak dari dalam batinku. Karena istriku sendiri belum pernah memperlakukanku seperti itu.

Maka setelah kucabut k0ntolku dari mulut mertuaku, dengan penuh rasa cinta kuciumi pipi, bibir dan kelopak matanya.

“Saya jadi sayang banget sama Mamah…..” bisikku.
Mertuaku menjawab lirih,
“Mamah juga sayang kamu, Di….” Meski status wanita itu sebagai mertuaku, tapi sikapku padanya sudah sangat berubah.

Pada waktu ia mau turun dari tempat tidur, kupeluk pinggangnya dari belakang. Dan aku berbisik ke telinganya,

“Saya bahagia sekali bisa memilikimu, Mah.” Wanita muda itu menatapku dengan mata bergoyg, lalu mencium pipiku sambil berkata,
“Jujur aja, mamah baru sekali ini merasa puas dengan lelaki.”
“Sama Mah….saya juga gitu….”
“Emang dengan Tina gak pernah puas?”
“Yahhh…begitulah….dia masih muda, tapi terlalu kolot dalam soal seks. Tapi biarlah, karena sekarang sudah punya Mamah. Kalau kangen kan bisa ketemuan ya?”
“Iya, gampang. Kalau mamah ke Jakarta kan bisa ketemuan dulu di suatu tempat. Setelah kamu puas, baru mamah ke rumahmu. Tapi kita harus hati-hati. Jangan bersikap aneh di depan Bapak dan Tina.”
“Iya Mah.” Lalu ia turun dari tempat tidur, melangkah ke kamar mandi.

Terdengar suara air gejebar-gejebur di sana. Mungkin ia sedang bersih- bersih. Tak lama kemudian ia muncul lagi di balik daster sutranya.

“Kalau melanjutkan perjalanan ke Purwokerto sekarang, kuat gak?” tanyanya sambil menyisiri rambutnya yg acak- acakan.

“Kuat Mah. Nanti istirahatnya di Purwokerto aja. Mamah jadi kan ikut ke Purwokerto?”
“Iya,” mertuaku mengangguk.

Beberapa saat kemudian, aku sudah memacu lagi mobilku ke arah timur, pada saat fajar baru menyingsing. Pada saat aku konsentrasi mengemudikan mobilku, Mamah tiada hentinya menggodaku, tapi tdk memecahkan konsentrasiku. Bahkan ketika tangannya menyelinap ke dalam celanaku dan meremas- remas k0ntolku dengan binalnya, aku tetap bisa menyetir mobilku dengan baik. Ketika Tina meneleponku, sebenarnya Mamah masih menggenggam k0ntolku. Tapi aku tdk gugup dan tetap bicara dengan normal:

“Sudah sampai mana Mas?” tanya Tina di speaker handphoneku.
“Sudah masuk Jateng. Mamah ikut nih. Pengen tau Purwokerto katanya.”
“Ohya?! Gak mengganggu kegiatan Mas Didi nanti?”
“Gaklah. Mungkin di Purwokerto bisa pisah dulu. Pada waktu aku selesaikan tugasku, Mamah bisa keliling pasar atau nunggu di rumah makan.”
“Belikan sesuatu buat Mamah di Purwokerto, ya Mas.”
“Iya. Beres.” “Mana Mamahnya? Aku pengen ngomong…”
“Lagi tidur…bangunin aja?” aku mengedipkan mata kepada mertuaku yg tampak canggung.

Mungkin ada perasaan bersalah karena sudah “mencuri” milik anak tirinya.
“Owh…gak usah deh. Biarin aja kalau lagi tidur sih. Titip aja ya Mas. Dan maaf kalau kehadiran Mamah jadi mengganggu kegiatan Mas.”
“Everything is okay, honey.” Setelah hubungan telepon ditutup, Mamah meremas- remas lagi batang kemaluanku yg sejak tadi digenggamnya,
“Apa kata Tina tadi?” tanyanya.
“Cuma bilang beliin hadiah buat Mamah di Purwokerto nanti.”
“Padahal hadiahnya udah mamah dapetin ya? Ini kan hadiah yg sangat berharga buat mamah,” kata mertuaku sambil memijat-mijat batang kemaluanku.

Dulu waktu istriku sedang hamil, aku pernah tergoda oleh seorang janda muda. Tapi aku hanya ketemuan satu kali dengannya di sebuah hotel. Dan aku tak pernah ketemuan lagi dengannya. Mungkin saat itu aku hanya iseng dan ingin menyalurkan nafsu syahwat semata.

Setelah menikmati sekujur tubuhnya, penasaranku hilang. Dan tak ingin mengulanginya. Berkali-kali ia mencoba menghubungiku dan mengajak ketemuan lagi, tapi aku selalu menghindar, karena tak punya niat ketemuan lagi dengannya. Katakanlah janda yg pernah kugauli itu tdk punya greget yg kuat. Tdk membangkitkan perasaanku untuk mengulangi petualangan dengannya.

Tapi ibu tiri istriku ini sangat berbeda. Gregetnya kuat sekali. Dan aku yakin kisah petualanganku dengannya akan berlanjut terus sebagai kisah indah yg panjang dan penuh rahasia. Setibanya di Purwokerto, aku cek in di sebuah hotel yg lumayan bagus. Begitu kami sudah berada di dalam kamar yg tertutup, langsung kusergap pinggang mertuaku dan kulumat bibirnya dengan penuh gairah. Dan diam- diam tanganku mulai menyentuh ritsleting di bagian punggung gaun terusannya, lalu kutarik dan kulepaskan gaun itu dari tubuhnya. Kupandang tubuh sexy yg tinggal mengenakan beha dan celana dalam itu.

Barangkali aku harus sejujurnya mengakui bahwa ibu tiri istriku ini lebih menarik daripada istriku sendiri. Terlebih setelah beha dan celana dalamnya kulepaskan, seketika itu juga k0ntolku terasa mengacung di balik celanaku. Anehnya, ketika tanganku baru mengelus punggungnya saja, hasratku langsung menggebu-gebu.

“Gak mau ngurus kerjaan dulu? Kan mumpung masih pagi,” kata mertuaku ketika aku mendorongnya sampai rebah di atas tempat tidur.
“Ngurus ini dulu lebih penting,” sahutku sambil menarik celana dalam mertuaku, sampai terlepas dari kakinya.

Ibu tiri istriku ketawa kecil, sambil mencubit pipiku. Dan dengan telaten ia melepaskan pakaianku sehelai demi sehelai, sampai tiada apa-apa lagi yg melekat di tubuhku. Lalu dengan sorot mata bergairah, ia menelentang sambil merentangkan kedua pahanya lebar-lebar, seolah mempersilakan padaku untuk menyetubuhinya lagi sepuasku.

Dan ketika batang kemaluanku mulai membenam ke dalam liang kewanitaannya, ia mendekapku dengan hangat. Gesekan surgawi pun kurasakan lagi. Gesekan antara k0ntolku dengan liang kewanitaan ibu tiri istriku. Kali ini kami lebih gila menikmati indahnya bersenggama. Bermacam posisi kami lakukan. Kadang mertuaku main di atas, kadang ia menungging dan kuentot dari belakang dalam posisi doggy dan semua posisi yg bisa kami lakukan.

Bahkan di kamar mandi, ketika kami mandi bersama, kami bersenggama lagi sambil berdiri. Aduhai indahnya semua itu…..takkan terlupakan seumur hidupku. Dan aku yakin bahwa semuanya itu baru awalnya. Di hari-hari berikutnya pasti mertuaku bisa kuajak lagi dengan mudah, tapi tentu saja harus serapi mungkin, jangan sampai suaminya dan istriku tahu.



Saturday, November 25, 2017

Pelajaran Dari Dockter Cantik

CeritaXxX26.Blogspot.Com


CeritaXxX - Terserah kalian percaya atau tidak, namun kisah ini benar-benar terjadi. Saat itu kalau tidak salah sekitar akhir tahun 2000 yang lalu, Ketika aku diharuskan melakukan medical check up di sebuah klinik kesehatan di Kawasan Malang, untuk memenuhi persyaratan Supaya diterima bekerja di sebuah perusahaan dan kebetulan aku juga diajak teman aku untuk mengikuti program asuransi jiwa karena dia adalah agen dari salah satu perusahaan terkenal di Indonesia, jika tidak salah nama perusahaannya adalah *******al.

Sebenarnya aku sangat males melakukan medical check up ini. Pasti lagi-lagi hanya cek darah, air seni, dan kotoran saja. Kemudian diperiksa oleh dokter memakai stetoskop untuk menyakinkan jika aku terkena penyakit atau tidak. Itu saja menurut aku, tidak ada yang lain. Dokter yang akan memeriksa aku paling-paling juga dokter cowok, mana sudah tua lagi.

Dengan menarik nafas kesal, aku memandangi sekeliling aku. Tahu-tahu mata aku tertuju pada seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam klinik tersebut. Amboi, cantik juga dia. Aku perkirakan usianya kurang lebih 30 tahun. Tetapi alamak, tubuhnya seperti Gadis ABG. Kencang dan padat. Payudaranya yang membusung cukup besar itu terlihat semakin menonjol di balik kaos oblong ketat yang ia kenakan. Gumpalan pantatnya di balik celana jeans-nya yang juga sangat ketat, membangkitkan selera. Batinku, coba dokternya dia ya. Tidak apa-apa deh kalau harus diperiksa berjam-jam olehnya. Akan tetapi karena rasa boring yang sudah menjadi-jadi, aku tidak memperhatikan wanita itu lagi. Aku kembali tenggelam dalam lamunan yang tak pasti arahnya.

“Mas, silakan masuk. Itu dokternya sudah datang.” Petugas di loket pendaftaran membuyarkan lamunan aku. Saat itu aku sudah ingin memutuskan untuk pulang ke rumah, mengingat waktu sudah berlalu limabelas menit. Dengan males-malesan aku bangkit dari tempat duduk dan berjalan masuk ke ruang periksa dokter.

“Selamat malam”, suara lembut menyapa ketika aku membuka pintu ruang periksa dan masuk ke dalam. Aku melihat ke arah suara yang amat menyejukkan hati itu. Aku terpesona, ternyata dokter yang akan memeriksa aku adalah wanita cantik yang tadi sempat aku perhatikan sejenak. Seketika itu juga aku menjadi bersemangat kembali.
“Selamat malam, Dok”, sahut aku. Ia tersenyum. Aah, luluhlah hati aku karena senyumannya ini yang semakin membuatnya semakin cantik.
“Oke, sekarang coba kamu buka kaos kamu dan berbaring di sana”, ucap sang dokter sambil menunjuk ke arah tempat tidur yang ada di sudut ruang periksa tersebut.

Aku pun menurut. Setelah melepaskan kaos oblong, aku membaringkan diri di tempat tidur. Dokter yang ternyata bernama Dokter  Dona itu menghampiri aku dengan berkalungkan stetoskop di lehernya yang jenjang dan putih.
“Kamu pernah menderita penyakit berat? Tipus? Lever atau yang lainnya?” Tanyanya. Aku menggeleng.

“Sekarang coba kamu tarik nafas lalu hembuskan, begitu berulang-ulang ya.” Dengan stetoskopnya, Dokter Dona memeriksa tubuh aku. Ketika stetoskopnya yang dingin itu menyentuh dada aku, seketika itu juga suatu aliran aneh menjalar di tubuh aku. Tanpa aku sadari, aku rasakan, batang kemaluan aku mulai menegang. Aku menjadi gugup, takut kalau Dokter Dona tahu. Tapi untung Dia tidak memperhatikan gerakan di balik celana aku. Tetapi setiap sentuhan stetoskopnya, apalagi setelah tangannya menekan-nekan ulu hati aku untuk memeriksa apakah bagian tersebut terasa sakit atau tidak, semakin membuat Penis ku bertambah tegak lagi, sehingga cukup menonjol di balik celana panjang aku.

“Wah, kamu kenapa ni? Kok itu kamu berdiri? Terangsang aku ya?” Mati deh! Ternyata Dokter Dona mengetahui apa yang terjadi di selangkangan aku. Aduh! Muka ini rasanya malu banget. Malu banget!
“Nah, coba kamu lepas celana panjang dan celana dalam kamu. Aku mau periksa kamu menderita hernia atau tidak.” Nah lho! Kok jadi begini?! Tapi aku menurut saja. Aku lepaskan seluruh celana aku, sehingga aku telanjang bulat di depan Dokter Dona yang bagaikan bidadari itu.
Gila! Dokter Dona tertawa melihat Penisku yang mengeras itu. Penis aku itu memang tidak terlalu panjang dan besar, malah termasuk berukuran kecil. Namun jika sudah menegang seperti saat itu, menjadi cukup menonjol.

“Uh, burung kamu biar kecil tapi bisa tegang juga”, ucap Dokter Dona terasa mengelus Penisku dengan tangannya yang halus. Wajah aku menjadi bersemu merah dibuatnya, sementara tanpa dapat dicegah lagi, Penisku semakin bertambah tegang tersentuh tangan Dokter Dona. Dokter Dona masih mengelus-elus dan mengusap-usap Penis ku itu dari pangkal sampai ke ujung, juga meremas-remas Penisku.

“Mmm.. Kamu pernah bermain?” Aku menggeleng. Jangankan pernah bermain. Baru kali ini aku telanjang di depan seorang wanita! Mana cantik dan motok lagi!

“Aahh..” Aku mendesah Saat mulut Dokter Dona mulai mengulum Penisku. Lalu dengan lidahnya yang kelihatannya sudah pengalaman digelitiknya ujung Penis aku itu, membuat aku menggerinjal-gerinjal. Seluruh Penis ku sudah hampir masuk ke dalam mulut Dokter Dona yang cantik itu. Dengan bertubi-tubi disedot-sedotnya Penisku. Terasa geli dan sangat nikmat sekali. Baru kali ini aku merasakan kenikmatan yang Tiada duanys seperti ini.

Dokter Dona segera melanjutkan permainannya. Ia memasukkan dan mengeluarkan Penisku dari dalam mulutnya berulang-ulang. Gesekan-gesekan antara batang kemaluan aku dengan dinding mulutnya yang basah membangkitkan kenikmatan tersendiri bagiku.
“Auuh.. Aaahh..” Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi. Kemaluan aku menyemprotkan cairan Sperma ke dalam mulut Dokter Dona. Bagai kehausan, Dokter S meneguk semua cairan sperma tersebut sampai habis.
“Duh, masa baru begitu saja kamu sudah keluar.” Dokter Dona meledek aku yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks.

“Dok.. Aku kan.. baru pertama kali.. melakukan ini..” jawab aku terengah-engah.
Dokter Dona tidak menjawab. Ia melepas kan jas dokternya dan menyampirkannya di gantungan baju di dekat pintu. Kemudian ia melepaskan kaos oblong yang dikenakannya, juga celana jeans-nya. Mata aku langsung saja melotot memandangi payudaranya yang montok itu terlihat seperti sudah tidak sabar ingin mencelat keluar dari balik BH-nya yang halus. Mata aku terasa mau melompat keluar sewaktu Dokter Dona mencopot BH-nya dan melepaskan celana dalamnya. Astaga! Baru sekarang aku pernah melihat payudara sebesar ini. Sungguh besar Tetapi terawat dan padat. Tidak ada tanda-tanda kendor atau lipatan-lipatan lemak di tubuhnya. Demikian juga pantatnya. Masih menggumpal bulat yang montok dan kenyal. Benar-benar tubuh paling sempurna yang pernah aku lihat seumur hidupku. Aku rasakan Penisku mulai bangkit kembali menyaksikan pemandangan yang Sangat indah ini.



Dokter Dona kembali menghampiri aku. Ia menyodorkan payudaranya yang menggantung kenyal ke wajah aku. Tanpa mau membuang waktu, aku langsung menerima pemberiannya. Mulutku saja langsung menyergap payudara yang indah ini. Sambil menyedot-nyedot puting susunya yang amat tinggi itu, mengingatkan aku waktu aku menyusu pada ibu aku selagi kecil. Dokter Dona merupakan wanita yang kedua yang pernah aku isap-isap payudaranya, tentu saja setelah ibu aku saat aku masih kecil.

“Uuuhh.. Aaah..” Dokter Dona mendesah-desah takala lidah aku menjilat-jilat ujung puting susunya yang begitu tinggi menantang. Aku permainkan puting susu yang memang sangat menggiurkan ini dengan bebasnya. Sekali-sekali aku gigit puting susunya itu. Tidak cukup keras memang, Tetapi cukup membuat Dokter Dona menggelinjang sambil meringis-ringis.

Tak lama kemudian, Penisku sudah siap tempur kembali. Aku menarik tangan Dokter Dona supaya ikut naik ke atas tempat tidur. Dokter Dona mengerti apa maksud aku. Ia langsung naik ke atas tubuh aku yang masih berbaring tertelentang di tempat tidur. Perlahan-lahan dengan tubuh sedikit menunduk ia mengarahkan Penisku ke liang Vaginanya yang sekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu lebat kehitaman. Lalu dengan cukup keras, setelah Penisku masuk satu sentimeter ke dalam liang kewanitaannya, ia menurunkan pantatnya, membuat Penisku hampir Masuk seluruhnya di dalam liang vaginanya. Aku melenguh keras dan menggerinjal-gerinjal cukup kencang waktu ujung Penisku menyentuh pangkal liang kewanitaan Dokter Dona. Menyadari Jika aku mulai terangsang, Dokter Dona menambah kualitas permainannya. Ia menggerak-gerakkan pantatnya berputar-putar ke kiri dan ke kanan, naik turun ke atas ke bawah. Begitu seterusnya berulang-ulang dengan tempo yang semakin lama semakin tinggi. Membuat tubuhku menjadi meregang merasakan nikmat yang tiada duanya.

Aku merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Penisku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma lagi. Namun aku mencoba menahannya sekuat tenaga dan mencoba mengimbangi permainan Dokter Dona yang Hebat itu. Akhirnya.., “Aaahh.. Ouuhh..” Aku dan Dokter Dona sama-sama menjerit keras. Kami berdua mencapai klimaks hampir bersamaan. Aku menyemprotkan air spermaku di dalam Vagina Dokter Dona yang masih berdenyut-denyut menjepit Penisku.

Demikianlah peristiwa yang terjadi Siang itu. Dan mau tahu apa hasil medical check up yang istimewa tersebut? Aku dinyatakan sehat secara fisik dan tentu saja secara mental. Apalagi secara birahi. Tentu para pembaca semua tahu maksud aku ini. Dan akhirnya aku berhasil diterima di perusahaan besar itu yang merupakan impian aku sejak lama dan aku berhasil mendapatkan asuransi policy dari *******al sekalian membantu teman aku mendapatkan komisinya. Akunya, permainan aku yang menggebu-gebu tersebut dengan Dokter Dona merupakan pengalaman aku yang pertama sekaligus yang terakhir. Ia sepertinya menghindar apabila aku sengaja datang ke tempat praktek dokternya. Dengan alasan sibuk atau sejuta alasan lainnya, Dokter Dona selalu menolak menemui aku. Aku tidak tahu Kenapa ia bersikap seperti itu. Ah, biar saja!


Saturday, November 4, 2017

ML Sama Gadis Perawan di Hotel

CeitaXxX26.Blogspot.Com


CeritaXxX26 - ML Sama Gadis Perawan di Hotel – Siang itu aku berada di kantor sedang membaca surat - surat dan dokumen yang barusan dibawa sekretarisku bernama Lina, untuk aku tanda tangani. Kulihat di layar handphone ku terlihat sebuah nomor telepon yang sudah kukenal.

Rita. Apa kabar sapaku. Hi. Pak Albert.. Kok sudah lama nih nggak kontak Rita. Iya habis sibuk sih jawabku sambil terus menandatangani surat - surat di mejaku. Ini Pak Albert.. Ada barang bagus nih.. terdengar suara Rita di seberang sana.

Rita ini memang kadang - kadang aku hubungi untuk menyediakan wanita untuk aku suguhkan pada tamu atau klienku. Memang terkadang untuk menggolkan proposal, perlu adanya servis semacam itu. Terkadang lebih ampuh dari pada memberikan uang di bawah meja.

Bagusnya gimana Rit? tanyaku penasaran.

Masih anak - anak Pak.. Baru 15 tahun. Kelas 3 SMP. Masih perawan, bener - bener gadis virgin Mendengar hal itu langsung senjataku berontak dari sarangnya.

Memang sering aku kencan dengan wanita cantik, ABG ataupun istri orang. Namun sangat arang aku mendapatkan yang masih perawan seperti ini. Cantik nggak? tanyaku

Cantik dong Pak.. Wajahnya innocent banget. Bapak pasti suka deh.. rayu Mami Rita ini. Setelah itu aku tanya lebih lanjut latar belakang gadis itu. Namanya Meri, anak keluarga ekonomi lemah yang butuh biaya untuk melanjutkan sekolahnya.

Orang tuanya tidak sanggup menyekolahkannya lagi sehabis SMP nanti, sehingga setelah dibujuk Rita, dia mau melakukan hal ini.

Minta berapa Dit? tanyaku

Murah kok Pak.. cuma lima juta Wah.. Pikirku.

Murah sekali.. Aku pernah dengar ada orang yang beli keperawanan sampai puluhan juta. Singkat kata, akupun setuju dengan tawaran Rita.

Aku berjanji untuk menelponnya lagi setelah aku sampai di lokasi nanti. Lina.. Ke sini sebentar kutelpon sekretarisku yang sexy itu.

Tak lama Lina pun masuk ke ruanganku. Sambil tersenyum manis dia pun duduk di kursi di hadapanku. Ada apa Pak Albert? tanyanya sambil menyilangkan kakinya memamerkan pahanya yang putih. Belahan buah dadanya tampak ranum terlihat dari balik blousenya yang agak tipis. Ingin rasanya aku nikmati dia saat itu juga, tetapi aku lebih ingin menikmati perawan yang ditawarkan Rita.

Toh masih ada hari esok untuk Lina, pikirku.

Saya perlu uang lima juta untuk entertain klien. Tolong minta ke bagian keuangan ya kataku.

Baik Pak jawabnya. Ada lagi yang bisa saya bantu Pak Albert..? Lina berkata genit sambil menatapku menggoda

Nggak.. Mungkin lain kali Lina.. Saya sibuk banget nih kataku purapura. Aku tak ingin staminaku habis sebelum bertempur dengan Tari, anak SMP itu. Lina pun beranjak pergi dengan raut muka kecewa, dan tak lama dia kembali membawa uang yang aku minta beserta slip tanda terima untuk aku tandatangani.

Nanti kalau perlu lagi, panggil Lina ya Pak katanya masih mengharap.

Baik Lina.. Saya pergi dulu sekarang. Jangan telepon saya kecuali ada emergency ya jawabku sambil mengemasi laptopku. Tak lama akupun sudah meluncur dengan Mercy kesayanganku menuju hotel di kawasan Semanggi.

Akupun cek in di hotel yang berdekatan dengan plaza yang baru dibangun di daerah itu. Setelah mendapatkan kunci akupun bergegas menuju kamar suite di hotel itu. Setiba di kamar, kutelpon Rita untuk memberitahukan lokasiku.

Dia berjanji untuk datang sekitar satu jam lagi. Sambil menunggu kunyalakan TV dan menonton siaran CNN di ruang tamu kamarku. Sedang asyikasyiknya melihat berita perang di Irak tibatiba HPku berbunyi.

Sialan Lina. Aku khan sudah bilang jangan telepon. pikirku sambil mengangkat telepon tanpa melihat caller IDnya.

Halo. Pak Albert.. Ini Santi kata suara di seberang sana.

Santi ini adalah istri dari Pak Arief, manajer keuangan di kantorku.

Oh Santi.. Aku pikir sekretarisku. Ada apa San?

Nggak Pak Albert.. Cuma kangen aja. Pengin ketemu lagi nih Pak.. Aku pengin ulangi kejadian yang di pesta dulu itu.

Bisa ketemuan nggak Pak hari ini?

Wah.. Kalau hari ini nggak bisa San.. Aku sedang di tempat klien nih jawabku mengelak.

Khan minggu depan suamimu sudah pergi.. Jadi kita bisa puas deh nanti seharian lanjutku.

Habis Santi udah kangen banget Pak.. rengeknya.

Sabar ya sayang.. Tinggal beberapa hari lagi kok hiburku. OK deh.. Sorry kalau mengganggu ya Pak katanya menyudahi pembicaraan.

Cerita Sex Wah, ternyata dia sudah tak sabar kepengin aku kencani, pikirku. Mungkin baru pertama dia bertemu dengan lakilaki jantan sepertiku di pesta perkawinan dulu. Kemudian aku telepon Lina untuk menanyakan kepastian kepergian Pak Arief ke Singapore, yang dijawab bahwa semuanya sudah confirm dan Pak Arief akan berangkat tiga hari lagi.

Setelah satu jam setengah aku menunggu, terdengar bunyi bel kamarku. Kubuka pintu kamarku dan tampak Rita bersama seorang gadis belia, Meri.

Maaf Pak Albert. Tadi Meri baru pulang dari latihan pramuka di sekolahnya alasan Rita. Mungkin tampak di wajahku kalau aku kesal menunggu mereka.



OK nggak apa.. Ayo masuk kataku sambil memperhatikan Meri.

Cerita Sex Perawan Hari itu dia mengenakan tanktop yang memperlihatkan bahunya yang putih mulus. Juga rok mini jeans yang dikenakan menambah cantik penampilannya. Tubuhnya termasuk bongsor untuk anak seusia dirinya. Dari balik tanktopnya tersembul buah dadanya yang baru tumbuh.

Yang membuat aku kagum adalah wajahnya yang cantik dan terkesan innocent. Meri.. Ini Oom Albertkata Rita memperkenalkanku padanya. Kuulurkan tanganku dan disambutnya sambil berkata lirih, Meri.. Kemudian kami bertiga duduk di sofa, dengan Meri duduk disamping sedangkan Rita berhadapan denganku.

Kurengkuh pundak Meri dengan tangan kiriku, sambil kueluselus sayang. Gimana Pak.. OK khan Rita bertanya OK.. Kamu jemput lagi aja nanti jawabku sambil mengelus dan meremas lengan Meri yang mulus itu gemas.

Setelah itu Rita pamitan, tentu saja setelah menerima pembayarannya. Kamu lapar nggak Meri? Kita pesan makanan dulu yuk saranku. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Sekarang memang sudah waktunya makan malam, dan aku tak mau staminaku tidak prima hanya karena perutku yang lapar.

Apalagi ternyata gadis yang dibawa Rita ini cantik sekali. Pesan apa? tanyaku sambil memberikan room service menu padanya.

Nasi goreng aja Oom Minumnya? Minta susu boleh Oom? jawabnya. Langsung aja aku pesan beefsteak dan bir untukku, dan nasi goreng serta susu untuk Meri. Sambil menunggu pesanan datang, kamipun menonton TV.

Channelnya Meri ganti ya Oom katanya sambil mengambil remote.

Oh ya.. Oom juga bosen lihat perang terus jawabku sambil mengagumi keindahan Meri. Setelah dia duduk, kueluselus rambutnya yang berpita dan panjangnya sebahu itu.

Meri kemudian mengubah channel TV ke channel Disney. Rupanya dia suka menonton film kartun. Maklum masih anakanak, pikirku.

Kamu sudah punya pacar? tanyaku setelah kami terdiam beberapa saat.

Belum Oom.. Kenapa? tanyaku lagi Meri khan masih kecil.. katanya sambil terus menatap adegan kartun di TV.

Aku pun makin bernafsu mendengar jawabannya. Yah.. Akulah nantinya yang akan menikmatimu untuk pertama kalinya he.. He.. Kuciumi pipinya sambil kueluselus pahanya. Meri terlihat tak terbiasa dan bergerak agak menghindar.

Pahanya yang putih mulus makin tersibak menampakkan pemandangan yang indah. Tanganku kemudian meraba dadanya yang baru tumbuh itu. Kemudian kupegang wajahnya dan kucium bibirnya. Terlihat banget kalau dia belum berpengalaman dalam hal seperti ini.

Tanganku sudah ingin melucuti tanktopnya saat tiba - tiba bel kamarku berbunyi. Room Service terdengar suara di depan kamarku. Akupun berdiri meninggalkan Meri untuk membuka pintu. Tampak ada perasaan lega di raut wajah Meri saat aku beranjak pergi.

Ada pesanan lagi Pak? tanya petugas room service setelah meletakkan makanan di meja. tidak jawabku Mungkin buat anaknya? tanyanya lagi Mungkin nanti menyusul kataku sambil menandatangani bill yang diserahkannya.

CeritaXxX26 Aku geli juga mendengar si petugas menyangka Meri adalah anakku. Memang pantas sih jika dilihat dari perbedaan umur kami. Kamipun lalu menyantap makanan kami. Meri menikmati nasi goreng dan segelas susunya sambil terus menonton kartun kesayangannya.

Mau buah Meri? kataku sambil mengambil buah - buahan dari minibar. Nggak Oom.. Udah kenyang. Dibungkus aja boleh ya Oom.. Untuk adik di rumah katanya. Hm.. Benar - benar manis ini anak, pikirku.

Dalam hati aku kasihan juga pada dia, tapi aku tak dapat menahan nafsu birahiku untuk menikmati tubuhnya yang muda itu.

Aku makan satu buah apel dan kuberikan sisanya padanya. Diterimanya buahbuahan itu dan kemudian dimasukkan ke dalam tasnya. Aku pun kembali duduk disampingnya dan kemudian kuambil remote dan kumatikan TVnya.

Ayo sayang kita mulai ya.. kataku sambil menciumi pundaknya yang terbuka. Aku kemudian beralih menciumi bibirnya sambil tanganku meremas - remas dadanya. Tak ada response darinya. Saat tangannya yang mungil aku letakkan di atas kemaluanku, dia diam saja.

Kok diam saja sih!! Bentakku. Oom.. Meri nggak pernah Oom.. Belum ngerti jawabnya lirih ketakutan. Ya sudah sini kamu.. kataku sambil beranjak ke meja dimana laptopku berada.

Meri mengikutiku dari belakang. Langsung kusetel film BF yang aku simpan di dalam harddiskku. Ayo sini duduk Oom pangku kataku. Meri pun duduk di atas pangkuanku sambil melihat adegan persetubuhan dimana seorang wanita bule cantik sedang dengan rakusnya mengulum kemaluan orang berkulit hitam.

Mata Meri terlihat takjub melihat adegan yang pasti baru pertama kalinya dia lihat itu. Sementara aku menciumi dan menjilati pundak dan lehernya yang jenjang dari belakang. Tanganku pun telah masuk ke dalam tanktopnya dan meremas - remas buah dadanya yang masih tertutup BH itu.

Kutarik ke atas cup BHnya sehingga tanganku pun leluasa menjelajahi dan meremas buah dadanya yang mulai tumbuh itu. Ku pilin perlahan puting dadanya yang mulai mengeras.

Oom.. Jangan Oom.. Meri malu katanya sambil menatap adegan di laptopku dimana si wanita bule sedang mengerangerang nikmat disetubuhi dari belakang. Nggak usah malu sayang jawabku sambil agak memutar tubuhnya sehingga aku leluasa menikmati dadanya.

Kulumat buah dada yang baru tumbuh itu dan kujilat lalu kuisap putingnya yang kecil berwarna merah muda itu. Sementara tanganku yang satu telah merambah paha sampai mengenai celana dalamnya.

Pelan - pelan Oom.. Sakit desahnya saat tanganku mengusap - usap kemaluannya setelah celana dalamnya aku sibak. Mulutku masih sibuk mencari kepuasan dari buah dada anak belia ini.

Kamu cantik sekali Meri.. Ohh yeah.. kataku meracau sambil mengulum dan menjilati buah dadanya. Tanganku mengelus - elus pundaknya yang jernih, sedangkan yang satunya sedang merambah kemaluan anak perawan ini. Kemaluanku terlihat memberontak di dalam celanaku, bahkan sudah mengeluarkan cairannya karena sudah sangat terangsang.

Kuturunkan Meri dari pangkuanku, dan aku pun berdiri didepannya. Kuciumi bibirnya dengan ganas sambil tanganku meremasremas rambutnya.

Emmhh.. Emmhh.. hanya itu yang terdengar dari mulut Meri. Kumasukkan lidahku dan kujelajahi rongga mulutnya. Sementara kuraih tangan Meri dan kuletakkan ke kemaluanku yang sudah sangat membengkak.

Tetapi lagilagi dia hanya diam saja. Memang dasar anakanak, belum tahu cara memuaskan lelaki, pikirku. Dengan agak kesal kutekan pundaknya sehingga dia berlutut di depanku. Dia agak berontak akan bangun lagi.

Ayo.. Berlutut!! kataku sambil menarik rambutnya. Tampak air mata Meri berlinang di sudut matanya. Dengan cepat aku lepas celana dan celana dalamku, sehingga kemaluanku berdiri dengan gagah di depannya.

Ayo isap!! perintahku pada Meri yang tampak ketakutan melihat kemaluanku yang sebesar lengannya itu. Kugenggamkan tangannya pada kemaluanku itu.

Ampun oomm.. Jangan Oom.. Besar sekali.. Nggak muat Oom katanya mengibaiba. Terasa tangannya bergetar memegang kemaluanku.

Ayo!! bentakku sambil menarik rambutnya sehingga kemaluankupun menyentuh wajahnya yang imut dan innocent itu. Tampak Meri sambil menahan tangisnya membuka mulutnya dan akupun sambil berkacak pinggang menyorongkan kemaluanku padanya.

Aahh.. Yes.. Make Daddy happy.. desahku ketika kemaluanku mulai memasuki mulutnya yang mungil. Akupun mengeluselus rambutnya yang berpita itu dengan penuh kasih sayang ketika Meri mulai menghisapi kemaluanku.

Ayo jilati batangnya.. Sayang kataku sambil mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Meri pun mulai menjilati batang kemaluanku dengan perlahan.

Ayo isap lagi instruksiku lagi sambil tanganku mengangkat dagunya dan menyorongkan kemaluanku padanya. Meri pun mulai lagi mengulum kemaluanku, walaupun hanya ujungnya saja yang masuk ke dalam mulutnya.

Kutekan kemaluanku ke dalam mulutnya sehingga hampir separuhnya masuk kedalam mulutnya. Tampak dia tersedak ketika kemaluanku mengenai kerongkongannya. Dikeluarkannya kemaluanku untuk mengambil nafas, sementara aku tertawa geli melihatnya.

Sudah. Oom.. Jangan lagi Oom Meri memohon. Air matanya tampak menetes di pipinya Oom belum puas. Ayo lagi!! bentakku sambil menjambak rambutnya, sehingga wajahnya terdongak ke atas menatapku.

Meri pun terisak menangis, tetapi kemudian dia kembali menjilati dan mengulum kemaluanku. Pemandangan di kamar hotel itu sangatlah indah menurutku. Seorang lakilaki dewasa dengan tubuh tinggi besar sedang berkacak pinggang, sementara seorang anak di bawah umur dengan wajah tanpa dosa sedang mengulum kemaluannya.

Mungkin sekitar 15 sampai 20 menit aku ajari anak perawan itu cara untuk memberikan kepuasan oral pada lelaki. Setelah itu aku merasakan kemaluanku akan meledakkan cairan ejakulasinya.

Buka mulutmu!! perintahku pada Meri sambil mengeluarkan kemaluanku dari kulumannya. Kemudian kukocokkocok kemaluanku sebentar, dan kemudian muncratlah cairan spermaku ke dalam mulutnya dan sebagian mengenai wajahnya.

Oh.. Yeahh.. Nikmat.. Kamu hebat Meri.. erangku saat orgasme.

Ayo telan!! perintahku lagi ketika melihat dia akan memuntahkan spermaku keluar. Tampak dia berusaha menelan spermaku, walaupun karena jumlahnya yang banyak, sebagian meleleh keluar dari mulutnya.

Diambilnya tisu dan dibersihkannya wajahnya sambil membetulkan pakaiannya sehingga rapi kembali. Dia pun kemudian mengambil dan meminum habis sisa susunya. Sementara aku pergi ke toilet untuk buang air kecil.

Sekembalinya aku dari toilet, tampak Meri sedang duduk gelisah di sofa. Pandangan matanya tampak kosong dan berubah menjadi takut ketika melihat aku menghampirinya. Aku tersenyum dan duduk disampingnya. Kembali kueluselus pundak dan tangannya.

Omm.. Meri pengin pulang Oom.. Meri capek.. katanya. Yach kamu istirahat dulu aja sayang jawabku sambil mencium pipinya. Kamipun duduk terdiam. Kusetel kembali TV yang masih menayangkan acara kartun kesukaannya itu.

Kuusapusap tubuhnya yang duduk di sampingku sambil sesekali kuciumi. Aku menunggu hingga kejantananku bangkit kembali. Aku beranjak ke meja dimana laptopku masih menayangkan adegan syur semenjak tadi.

Di layar sekarang seorang pria bule sedang dihisap kemaluannya oleh dua wanita cantik. Yang satu bule juga, sedangkan yang lain wanita Asia, kalau tidak salah Asia Carrera namanya. Memang film produksi Vivid ini bagus sehingga aku menyimpannya di harddiskku.

Melihat adegan demi adegan di layar, kejantananku pun perlahan bangkit kembali. Kudatangi sofa dimana Meri berada. Meri tampak gelisah ketika aku berlutut di depannya. Aku ingin menikmati memekmu sayang kataku sambil menyibakkan rok mininya.

Kuciumi pahanya dan kujilati sampai mengenai celana dalamnya. Kemudian kulepas celana dalamnya itu sehingga vaginanya yang bersih tak berbulu itu tampak mempesonaku.

Jangan Oom.. Tolong Oom kata Meri ketika tanganku mulai meraba kemaluannya. Karena gemas, langsung aku jilati dan isap vaginanya. Lidahku menarinari dan kumasukkan ke dalam liangnya yang perawan itu.

Uhh.. Ampun Oom.. erangnya ketika aku menemukan klitorisnya dan langsung kuhisap. Sementara tanganku naik ke atas meremas buah dadanya. Kupilinpilin putingnya sehingga mulai mengeras. Sementara vaginanya pun sudah mengeluarkan lendir tanda dia telah siap untuk disetubuhi.

Ayo kita lanjutkan di ranjang, manis.. kataku sambil merengkuh tubuhnya dan menggendongnya. Aku ciumi bibirnya sambil badannya tetap aku gendong menuju kamar tempat tidur. Kurebahkan tubuhnya di ranjang, dan akupun mulai melucuti pakaianku.

Tampak kemaluanku sudah kembali membengkak ingin diberi kenikmatan oleh anak kecil ini. Meri tampak memandangku dengan tatapan mengiba. Matanya menampakkan ketakutan melihat ukuran kemaluanku.

Langsung kuterkam tubuhnya di ranjang dan kuciumi wajahnya yang manis. Kubuka tanktopnya juga BHnya dan kulempar ke lantai. Langsung kusantap buah dadanya yang masih dalam masa pertumbuhan itu, dan kujilati dan kuisapi putingnya hingga mengeras.

Lalu kubuka rok mininya, sehinggaMeri pun sudah telanjang bulat pasrah di atas ranjang. Jariku kemudian menari merambah vaginanya dan mengusapusap klitorisnya.

Tolong jangan Oom.. Aduh.. Oom.. Jangan Oom.. Meri masih perawan Oom. rengeknya. Aku menghentikan kegiatanku dan menatapnya Memangnya Bu Rita bilang apa? tanyaku Katanya Meri nggak akan diperawani.

Cuma dipegang dan diciumi aja jawabnya terisak.

Mendengar itu timbul perasaan iba karena ternyata dia telah dibohongi oleh Rita.

Ya sudah.. Kataku. Kamu hisap lagi aja kontol Oom seperti tadi perintahku.

Akupun lalu tidur telentang dan Meri pun kutarik hingga wajahnya berada di depan kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kutekan kepalanya perlahan, hingga Meri pun kembali memberikan kenikmatan mulutnya pada kemaluanku.

Tampak dari tatapanku, kepalanya naik turun menghisapi kemaluanku. Tangankupun mengeluselus rambutnya penuh rasa sayang seperti rasa sayang bapak kepada anaknya.

Ya terus.. Sayang erangku menahan nikmat yang tiada tara. Setelah beberapa menit, kutarik tubuhnya sehingga wajahnya tepat berada diatas wajahku. Kuciumi bibirnya sambil tanganku meremasremas pantatnya.

Kemudian kubalikkan badannya, sehingga badanku yang tinggi besar menindih tubuh belianya. Kusedot puting buah dadanya dan kugigitgigit sehingga menimbulkan bekas memerah. Lalu kurenggangkan pahanya, dan kuarahkan kemaluanku ke vaginanya.

Jangan Oom.. Ampun Oom.. Jangan.. Ampun.. rengek Meri ketika kemaluanku mulai menyentuh bibir vaginanya.

Aku tambah bernafsu saja mendengar rengekannya, dan kutekan kemaluanku sehingga mulai menerobos liang vagina perawannya.

Terasa sesuatu menghalangi kemaluanku, yang pasti adalah selaput daranya Ahh.. Sakiitt.. jeritnya menahan tangis ketika kutekan kemaluanku merobek selaput daranya.

Kutahan sebentar menikmati saat aku mengambil keperawanan anak ini, kemudian kugerakkan pantatku maju mundur menyetubuhinya.

Ah.. Nikmat.. Ahh.. God.. Memekmu enak Meri. racauku Oh.. Ampun.. Sakit.. Udah Oom.. Ampun.. Meri merintih kesakitan sambil menangis.

Yes.. You naughty girl.. Daddy must punish you.. Yeah.. aku kembali meracau kenikmatan. Kugenjot terus kemaluanku, dan aku merasakan nikmatnya jepitan vagina Meri yang sangat sempit itu. Tampak air mata Meri meleleh membasahi pipinya, dan ketika kugenjot kemaluanku tampak wajahnya menyeringai menahan sakit.

Kemudian kutarik pahanya sehingga melingkari pinggangku, dan sambil duduk di ranjang kugenjot lagi vaginanya. Tanganku sibuk menjelajahi buah dadanya. Bosan dengan posisi itu, kubalikkan badannya dan kusetubuhi dia dengan gaya doggy style. Sudah tak terdengar lagi rengekan Meri, hanya suara erangannya dan isak tangisnya yang memenuhi ruangan itu.

Ahh.. Sakit Oom ampun.. rengeknya kembali ketika rambutnya kutarik sehingga wajahnya terdongak ke atas. Sambil kusetubuhi tubuhnya, kadang kuciumi dan kugigiti pundak dan lehernya dari belakang, sambil tanganku memerah buah dadanya.

Setelah kurang lebih satu jam aku setubuhi dia dengan berbagai macam posisi, akupun tak tahan untuk mengeluarkan cairan ejakulasiku. Kubalikkan badannya dan kugesekgesekkan kemaluanku di dadanya. Kadang kugesekgesekkan juga ke seluruh wajahnya.

Ahh.. Memang enak perawan kamu Meri.. erangku sambil menumpahkan spermaku di dadanya. Akupun kemudian bergegas menuju toilet untuk membersihkan diri. Kemaluanku pun kubersihkan dari sisa sperma bercampur darah perawan Meri.

Sekembalinya aku dari toilet, kulihat Meri masih terbaring di ranjang sambil menangis terisak isak. Kubiarkan saja dia di sana, karena aku sudah merasa puas dan merasa menjadi lebih muda setelah mereguk kenikmatan dari anak itu.

Kuminum sisa birku, dan kutelepon Rita untuk menjemput Meri. Tak lama, Rita pun datang. Gimana Pak Albert? tanyanya tersenyum.

Wah.. Puas.. Tuh anak enak banget kataku tertawa kecil. Syukurlah Pak Albert puas. Sengaja saya pilihin yang bagus kok Pak katanya lagi.

Percaya deh sama Rita. Tuh anaknya masih di kamar Rita pun masuk ke kamar tidur sedangkan aku nonton TV di sofa. Lagi lagi masih berita perang di CNN. Sementara itu, terdengar Meri menangis di kamar sedangkan Rita berusaha menghiburnya.

Setelah kurang lebih setengah jam, mereka pun muncul dari dalam kamar tidur.

Saya permisi dulu Pak Albert pamit Rita.

Oh ya Rit.., kalau ada yang bagus lagi telepon ya. Untuk obat awet muda. jawabku sambil mengedipkan mataku.

Beres Pak jawabnya sambil menggandeng Meri keluar. Ini tasnya ketinggalan kataku sambil menyerahkan tas Meri yang berisi buahbuahan untuk adiknya itu.

Kuperhatikan mata Meri masih sembab, dan jalannya pun agak pincang ketika meninggalkan kamar hotelku. Tak lama akupun cek out dari hotel. Dalam perjalanan pulang ke apartemenku, aku mampir di panti pijat langgananku.

Tubuhku agak pegal sehabis menyetubuhi Meri tadi. Setelah dipijat, dan mandi air hangat, tubuhku terasa sangat segar. Akupun bergegas pulang dengan mengendarai Mercy silver metalik kesayanganku.

Sunday, October 29, 2017

Terapi Sex Yang Menyenangkan Dengan Dr Amey

CeritaXxX26.Blogspot.Com

CeritaXxX - berhubungan intim untuk menyembuhkan ejakulasi dini yang kualami selamat menikmati.

Kata orang, akulah orang yang paling bahagia di dunia. Bayangkan tinggal di Surabaya yang disebut-sebut dengan kota besar kedua di Indonesia dengan uang banyak, mempunyai puluhan perusahaan dan cabang- cabangnya di seluruh Indonesia, istri cantik dan sexy, dan semua orang mengenalku dengan baik.

Tapi dalam hati kecilku, aku merasa ada sesuatu yang kurang. Setelah menikah kurang lebih 3 tahun, kami belum dikaruniai anak. Memang kelemahannya ada pada diriku. Meskipun aku ganteng dan berbadan tinggi besar dan tegap, aku selalu mengalami kegagalan saat berhubungan intim dengan istri. Ya, sekitar dua tahun sebelum kami menikah, aku mengalami kecelakaan lalu lintas.
Motorku ditabrak dari belakang oleh sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi dan berusaha menyelip motor yang kukendarai. Ketika itu ternyata ada mobil yang muncul dari arah berlawanan, sehingga untuk menghindari “adu kambing” truk itu membanting activity ke kiri dan menabrak motorku. Aku terjungkal dan terbanting ke aspal di siang itu. Untunglah aku tidak cedera.

Cuma kedua tanganku sedikit tergores dan pantatku sakitnya bukan main. Ternyata aku jatuh terduduk di pinggir jalan aspal dekat trotoar jalan. Seorang bapak yang ikut menyaksikan kecelakaan itu segera memapahku berdiri dan membawaku ke rumah sakit terdekat.

Sejak itu, kalau aku berhubungan intim dengan Merry, istriku, aku selalu tidak dapat melaksanakan tugasku dengan baik. Penisku tidak bisa Tegang. Kadang bisa tegang tapi sebentar belum juga masuk dengan pas.. eh.. sudah menyemprotkan cairan sperma.
Beberapa dokter telah kudatangi. Tapi kesembuhanku belum juga muncul. Tadinya muncul ide supaya aku mencoba-coba untuk “jajan” di lokalisasi. “Ah..” pikirku lagi, “Nanti malah kena AIDS atau HIV. Lebih repot lagi kan?”

Nah, suatu hari aku mendengar dari teman akrabku, Handoko, jika di Jakarta katanya ada seorang dokter spesialis yang bisa menyembuhkan kelainan-kelainan seks dengan biaya terjangkau dan tanpa efek samping. Lalu dengan persetujuan istriku, aku pun mengambil cuti selama seminggu untuk berangkat ke sana.
Karena punya Saudara yang tinggal di bagian Jakarta Timur, aku pun tanpa kesulitan menemukan dokter yang kucari. Tempat prakteknya ternyata terletak di lantai 18 sebuah apartemen mewah di pusat kota. Aku tadinya merasa deg-degan dan agak malu untuk naik ke sana.

Bagaimana kalau dokter itu menyarankan yang tidak-tidak kepadaku? Lalu.. apakah hasilnya akan maksimal seperti yang kuharapkan? Berbagai pertanyaan lain terus saja bergema dalam hati kecilku.
Tetapi jika kuingat raut wajah Merry yang cemberut dan penuh kekecewaan jika penisku tidak bisa tegang atau baru masuk ke permukaan vaginanya, aku sudah ejakulasi.. wah.. lebih baik aku mencoba saja ke sana deh, siapa tahu ada mujizat yang terjadi. Benar kan?

Ketika aku sampai di ruangan kantor yang amat mewah itu, kulihat seorang gadis cantik yang masih berumur sekitar 22-23 tahun sedang menulis sesuatu dan kemudian memandangku dengan ramah. “Mau ikut terapi, Mas?  Dia bertanya dengan seulas senyum di bibirnya yang mungil.

“Ya, maaf.. Dokternya ada?” tanyaku ragu-ragu. “Hari ini kebetulan Dokter Amey sedang tidak ada pasien..” ucapnya. “Dokter Amey… Kok kayak nama bintang blur mandarin sih, Mbak… apa ia berasal dari Hongkong?”

“Benar Mas… Memang namanya Chen Amei, dia seorang dokter spesialis terapi seksual asal Indonesia lulusan Hongkong Medical College… dan ia lebih suka dipanggil dengan nama Dokter Amey.” ucapnya memberi penjelasan.

Setelah mengisi formulir yang berisi data-data pribadi, aku langsung diantar ke tempat prakter dokter itu. Gadis yang belakangan kuketahui bernama Shelly itu kemudian mengetuk pintu ruang praktek Dokter Amey. Pintu pun dibuka dari dalam. Benar saja dugaanku. Di sana berdiri seorang wanita cantik memakai blazer hitam dan berumur sekitar 30 tahun. Ia berambut ikal sebahu. Oh ternyata ini dokternya!

“Maaf Dok… ini ada Mas Steven dari Surabaya ingin ikut terapi… ini data-data lengkapnya.” ucap Shelly sambil memberikan formulir yang sudah kuisi dan mempersilakan aku masuk ke kantor itu. Shelly pun berjalan kembali ke meja kerjanya di depan ruangan itu. “Silakan masuk, Mas…” ucap dokter cantik itu. “Baik, terima kasih.” jawabku singkat.

Setelah kami duduk di dalam ruang praktek itu, Dokter Amey kemudian mulai menanyakan beberapa hal yang sangat pribadi padaku. Karena kupikir ia seorang dokter yang harus tahu benar keadaan dari kehidupan seks rumah tanggaku, termasuk bagaimana aku berhubungan intim, aku pun menceritakan semuanya.
Salah satu pertanyaannya adalah, “Kira-kira Mas bisa tahan berapa absolutist dalam berhubungan intim dengan istri?” atau, “Gaya apa yang paling Mas sukai jika berhubungan intim dengan istri?”

Mendengar semua jawabanku, ia pun mengangguk-angguk tanda mengerti. Lalu dengan sorot mata tajam ia memandangku sambil berkata, “Mas Steven, saya rasa sebaiknya kita bisa mengadakan terapi seks sekarang juga.

CeritaXxX – Di sebelah sana ada ranjang yang bisa anda gunakan untuk itu… Di sana saya akan menguji ketahanan Anda untuk tidak berejakulasi selama beberapa menit… kalau memungkinkan nanti kita bisa berhubungan intim untuk proses penyembuhan lebih lanjut. bagaimana Mas.. apa anda setuju?” “Wah… ini toh yang namanya terapi seks. Jika begini sih pasti aku mau banget,” pikirku dalam hati.

Tanpa pikir panjang lagi aku menjawab, “Baiklah… Terserah Dokter saja, bagaimana baiknya…” Dalam pikiranku tiba-tiba muncul bayangan gimana kira-kira bentuk tubuh Dokter Amey ini nanti kalau ia telanjang. Pikiran seperti ini langsung saja membuat penisku tiba-tiba menegang dan keras.
Kemudian kami berjalan menuju ranjang terapi yang dimaksud. Setelah aku duduk dengan bersandarkan bantal, dokter cantik itu duduk dengan santai di hadapanku. Ia kemudian dengan sengaja membuka semua baju luarnya.

Akhirnya yang tertinggal Cuma BH dan celana dalamnya. "Mas Steven, silakan Anda meraba-raba saya… terserah Bapak mau meraba bagian tubuh saya yang mana… nanti kita lihat berapa menit waktu yang Anda perlukan untuk ejakulasi…” perintahnya. Tentu saja aku mau melakukannya dengan senang hati. Orang yang di depanku, tubuh dokter itu begitu mulus dan putih.

Payudaranya saja begitu menonjol ke depan. Mungkin ukuran 36B, seperti hendak meloncat keluar dari penutupnya. Dengan pelan kuelus wajah dokter itu, lalu lehernya yang jenjang. Kemudian tangan kananku turun ke bukit kembarnya. Kuraba pelan dan kuremas-remas. Lalu tangan kiriku bergerak menuju CD-nya. Namun, seakan-akan ada sesuatu yang mau meledak dalam tubuhku. Aku buru-buru menghentikan rabaan-rabaanku.

Aku berusaha segera membuka celana panjang yang kukenakan. Tetapi terlambat sudah. Penis andalanku sudah menyemprot dengan derasnya. Aku cuma bisa mengepalkan tangan sambil menutup mata. “Sialan!” ucapku. Celana panjangku terutama di bagian pangkal paha tentu saja basah tidak karuan.
“Cuma dua menit kurang 25 detik… saya rasa keadaan ini masih bisa disembuhkan, Mas… Sebelumnya ada pasien saya yang lebih buruk keadaannya… asal Anda mau Rutin berobat tiap hari ke sini…” Dokter Amey menimpali setelah melihat jam yang dipakainya.

Hari itu terapi seks yang harus kujalani selesai sudah. Setelah mengenakan pakaiannya kembali dan kami kembali duduk di meja kerjanya, dokter itu lalu berkata, “Mohon diingat ya, Mas… apa yang kita lakukan barusan hanyalah sebatas untuk terapi… bukan untuk dilakukan di luar jam kerja saya…” Oh, saya mengerti maksudnya.

Ia tidak mau kuajak kencan di luar praktek terapinya. Itu peraturannya. Ah tidak apa-apa bagiku. Toh aku orangnya setia pada istriku. Walau Merry lebih galak dari dokter ini, tetapi ia kan istriku dan mantan pacarku. Iya kan?

Keesokan harinya, masih dengan terapi yang sama. Cuma Dokter Amey kini tidak mengenakan BH. Benar adanya, kedua bukit kembarnya itu sangat besar, kencang dan amat menantang. Putingnya berwarna merah kecoklatan seperti tegak siap untuk disedot.

Ia berkata, “Silakan Anda mau meremas atau mengulum atau menjilat payudara saya… terserah… saya cuma ingin tahu Anda bisa tahan berapa absolutist untuk tidak ejakulasi.” Tanpa menunggu perintah selanjutnya, aku langsung saja meraba dan meremas kedua bukit kembarnya. Kemudian kuarahkan mulutku untuk merasakan nikmatnya payudara itu.

Aku menghisap, menjilat serta mengulum putingnya. Ia terlihat merem-melek menikmatinya. Ternyata dua menit berlalu. Dan kembali aku mengalami ejakulasi. Spermaku tersemprot hebat.
Untunglah kali ini aku masih sempat membuka reitsleting celanaku dan mengarahkan penisku yang sudah tegang dan membesar itu ke ember khusus untuk hasil sperma terapi. “Dua menit lebih 5 detik… hari ini ada peningkatan, Mas…” jawabnya sambil menyunggingkan senyum setelah semuanya selesai.

“Besok kita lanjutkan lagi. Jangan kwatir, Mas… Perkiraan saya pada hari keempat nanti… waktu Anda untuk tahan tidak ejakulasi pasti lebih dari sepuluh menit. Saya jamin, Mas.” Lalu hari itu kami pun berpisah. Aku pulang ke auberge tempatku menginap dengan berbagai pikiran tentang harapan kesembuhan selanjutnya yang akan kualami dan terapi apa yang akan dilakukannya besok terhadap diriku.

Hari ketiga… Kali ini kami berdua benar-benar telanjang bulat. Dokter Amey kini yang mengambil inisiatif. Ia sengaja yang membuka pakaian yang kukenakan sampai aku benar-benar telanjang. Lalu kemudian ia membuka pakaiannya sendiri.
Ketika ia melakukannya, matanya tak lepas dari memandang senjataku. Entah apa yang ada di benaknya. Yang pasti saat itu senjataku belum tegang bahkan sampai ia membuka CD-nya. Ketegangan dalam diriku mungkin sedikit banyak tidak membantu dalam merangsang penis yang kumiliki.

Lalu ia duduk di pinggir ranjang. Kali ini dengan sengaja ia meraih Penisku lalu dikocok-kocoknya dengan pelan tapi pasti. Sedangkan tanganku diperbolehkan meraba apa saja yang ada di tubuhnya.

Setelah kocokannya mulai mebuahkan hasil, ia pun menunduk dan mengarahkan penisku ke mulutnya. Dengan mahir ia menjilat, menghisap dan mengulum penis ku. Wah… hampir saja aku ingin ejakulasi. Namun aku berusaha untuk menahannya karena aku ingin mengetahui rasanya jika ia terus mengobok-obok penisku.
Ia lalu menyuruhku untuk mengubah posisi. Sekarang aku disuruhnya untuk menghisap klitorisnya, sedangkan ia dengan penuh semangat terus menghisap dan menjilat-jilat penisku. Karena tidak tahan menghadapi kuluman dan hisapan mulutnya, aku terpaksa harus melepaskan sesuatu yang seperti akan meledak dalam diriku.

Dan benar.. “Crot.. crot.. crot.. crot..” Dengan derasnya spermaku tertumpah di dalam mulut dokter itu. Entah sengaja atau tidak, Dokter Amey tidak melepaskan penisku dari mulutnya. Wah..! Setelah semprotan spermaku habis, dan penisku dibersihkan dengan tisu di tepi ranjang, kembali ia memberikan evaluasi terapi yang kujalani. “Lumayan…” katanya sambil melirik jam tangan.
“Sepuluh menit lebih dua detik… Anda pasti akan sembuh… Saya rasa pada terapi kita yang terakhir akan benar- benar terbukti jika kondisi ketahanan penis Anda untuk tidak terlalu cepat berejakulasi Ketika berhubungan intim adalah normal- accustomed saja. Bagaimana, Mas… apa Anda mau melanjutkan terapi yang terakhir besok?”
Tentu saja aku mau melanjutkannya. Orang disuruh berhubungan intim dengan chargeless saat terapi, siapa yang nggak mau? Aku pun kemudian mengiyakan sarannya itu. Seperti yang kuduga ternyata keesokan harinya Dokter Amey tidak lagi mengenakan apa-apa di balik baju prakteknya.

Aku pun segera membuka semua pakaianku. Lalu dengan ganas kuserbu tubuhnya yang sudah berbaring menantang di atas ranjang. Pertama kucium keningnya, lalu turun ke bibir, pipi, leher sampai pada payudaranya yang sangat kenyal itu. Di sana kujilat dan kupelintir putingnya yang merah kecoklatan. Ia pun merem-melek.
Kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri. Kemudian kepalaku bergerak menuju pangkal pahanya. Di sana kembali kujilati bibir vagina dan klitorisnya. Kujulurkan lidahku ke dalam vaginanya sambil tangan kananku terus meremas-remas payudaranya.

Setelah beberapa menit, ternyata penisku sudah berdiri tegang dan mengeras. Tanpa menunggu diperintah lagi, kuarahkan penisku ke liang kewanitaannya. Dengan sekali sentak, masuklah penisku dengan mudahnya.
Ternyata ia sudah tidak perawan. Tanpa susah payah aku terus menggenjot dan memompa penisku supaya bisa benar-benar memuaskan dirinya. Saat itu aku lupa segalanya, terapi, istriku yang sedang menunggu dengan harap cemas di Surabaya, pekerjaan di kantor yang menumpuk, dll.

Pokoknya kesempatan ini tidak bisa dilewatkan. Sedangkan itu Dokter Amey terus saja menggoyang-goyangkan pantatnya dengan lembut. Ia mencoba untuk mengimbangi serangan gencarku.
Sekitar lima belas menit berlalu. Dan tiba-tiba saja perasaanku seperti melayang. Aku merasakan kenikmatan luar biasa. “Aku ingin keluar, Dok… sebaiknya di dalam atau…” tanyaku di tengah-tengah kenikmatan yang kurasakan.

“Di dalam saja Pak… biar nikmat…” jawabnya seenaknya. Rupanya ia pun akan mengalami orgasme. Dan benar, beberapa saat kemudian ia orgasme. Penisnku seperti disemprot dalam liang vaginanya. Sementara itu spermaku pun dengan derasnya mengalir ke dalam liang vaginanya.

Aku pun akhirnya jatuh tertidur di atas tubuhnya. Ternyata dokter itu masih ingat Jika apa yang kami lakukan adalah terapi. Ia segera melirik jamnya dan segera membangunkanku.

“Lima belas menit sepuluh detik… selamat Mas Steven… kondisi Anda kembali normal… bahkan sangat normal..” ucapnya sambil mengenakan pakaiannya kembali dan menyalamiku. Aku yang baru saja keletihan melayani nafsu seksnya dengan cara berhubungan intim tentu saja tertegun. Lima belas menit? Wah hebat. Aku sembuh, Merry! Aku sembuh! Hampir saja aku meloncat-loncat.
Setelah membereskan semuanya, aku pun segera pulang ke Surabaya malam itu juga. Betapa bahagianya aku sekarang. Pasti Merry akan gembira menyambut kesembuhanku. Dan benar dugaanku.
Saat ini sudah tiga bulan kejadian itu berlalu. Merry pun mulai menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Menstruasinya sudah terlambat seminggu.

JUDI ONLINE | LIVE CASINO | SITUS JUDI | ROYALKASINO | ROYAL KASINO | SITUS CASINO TERPERCAYA | CASINO ONLINE INDONESIA